Selasa, 19 Juni 2018

Kontak Senjata TNI-OPM Kembali terjadi di Papua, Lima Tentara Cedera Karena Tembakan



Bruniq.com - Lima prajurit Kodim 1704 Sorong yang tengah berpatroli di Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, disebut terluka akibat serangan tembakan sekelompok orang.

Kodam Cendrawasih menuding para penyerang berafiliasi dengan Lekagak Talenggeng, salah satu pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pihak tentara tak berhasil menangkap satupun pelaku dalam insiden Sabtu (16/05) lalu tersebut.

Peristiwa terjadi ketika kepolisian dan militer meningkatkan kewaspadaan dengan pengerahan tambahan aparat keamanan menjelang pilkada serentak di tujuh kabupaten dan pemilihan gubernur Papua pada 27 Juni mendatang.

Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih, Kolonel Muhammad Aidi, menyebut kontak tembak terjadi di perbukitan antara Kampung Sinak dan Kampung Tirineri, sekitar tiga kilometer dari pemukiman penduduk.

"Kami berpatroli menggunakan tiga Mitsubishi Strada double cabin. Penyerang diperkirakan di atas 10 orang. Kontak tembak dalam jarak dekat 10 sampai 20 meter," ujarnya via telepon, Senin (18/06).

"Kami tidak sempat mengejar. Prajurit hanya sempat membalas tembakan sambil meloloskan diri," tutur Aidi.

Menurut Aidi, penyerangan berkaitan dengan beberapa aksi penyanderaan di Kabupaten Mimika yang dituduhkan kepada OPM. Bulan November silam, OPM dituding menyandera penduduk Desa Banti dan Kimbely di Tembagapura, Mimika.

Lekagak Tanggaleng, kata Aidi, turut menyatakan perang terhadap TNI dan Polri melalui surat yang diteken Hendrik Wanwang, pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pada Oktober 2017.

"Ada persamaan motif. Kejadian itu satu rangkaian," tuding Aidi.

Dalam surat yang disebut Aidi tersebut, Wanmang menyatakan menyerang aparat keamanan sebagai pembalasan atas 'penangkapan dan penyiksaan warga Papua'.

"Kami berperang dengan polisi, TNI, dan Freeport," kata Wanmang dalam dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, November 2017.

Adapun, Maret 2017, sejumlah media massa memberitakan sekitar 155 bawahan Lekagak turun dari persembunyian di pegunungan dan menyatakan ikrar setia pada Indonesia.

Bagaimanapun TNI menyatakan bahwa melepas tembakan merupakan pilihan terakhir bagi militer, yang lebih memilih pendekatan persuasif.

"Kami berharap para pelaku penyerangan itu menyusul teman-teman mereka yang telah kembali ke NKRI," kata Aidi.



Next article Next Post
Previous article Previous Post