Kamis, 17 Mei 2018

Viral Video Soal Bom Bunuh Diri, Begini Penjelasan Ustaz Somad

Loading...


Bruniq.com -  Ustaz Abdul Somad menegaskan video ceramahnya yang saat ini viral di media sosial tentang orang yang melakukan bom bunuh diri adalah mati syahid, dipotong oleh pihak yang menyebarkan video ceramah itu.

Sehingga, konteks ceramahnya tidak utuh dan menimbulkan multitafsir. Padahal, sambung Ustaz Somad, penjelasannya soal bom bunuh diri adalah mati syahid dalam konteks perang, bukan aksi yang terjadi belakangan itu. Karena itu, Ustaz Somad meminta kepolisian mengusut pembuat dan penyebar video itu serta memidanakan penyebar video ceramahnya yang dipotong.

"Dua hari ini video saya menjawab pertanyaan di (Masjid) An-nur lebih kurang 2-3 tahun yang lalu diviralkan lagi tapi video itu di-cut, dipotong," ujar Ustaz Abdul Somad dalam perbincangan di salah satu stasiun televisi, Selasa (15/5/2018).

Ia menceritakan, saat itu ia mengisi ceramah di masjid An-Nur dalam kajian subuh. Awalnya, ada seorang jemaah yang bertanya tentang bom bunuh diri yang dilakukan masyarakat Palestina. Dalam menjelaskan jawabannya tersebut, Somad juga sempat mengutip Kitab Shahih Muslim dan pandangan dari para ulama besar Islam, mulai dari Al-Ghazali, Syekh Yusuf, hingga Syekh Al-Bani.

Dia menjelaskan, di zaman nabi dan para sahabatnya, ketika peperangan terjadi, para pejuang Islam melakukan aksi bom bunuh diri juga. Namun, aksi ini dilakukan ketika dikepung musuh sehingga para syuhada ini rela mengorbankan nyawanya.

"Aksi para syuhada ini bukan bom bunuh diri tapi bom mati syahid. Jadi ceramah saya bukan untuk kasus sekarang. Islam itu rahmatan lil alamin jadi melarang membunuh orang yang tidak berdosa," tegasnya.

Ustaz Somad pun merasa dirugikan dengan penyebaran video ceramahnya yang sudah diedit oleh pihak tidak bertanggung jawab. Dia mendorong kepolisian untuk mengusut pembuat dan penyebar videonya itu.

Untuk diketahui, peristiwa berdarah yang melibatkan aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya. Ledakan bom terjadi di tiga gereja Surabaya, yakni yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Madya, Gereja Pante Kosta Jl Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro pada Minggu (13/5/2018) sekitar pukul 07.30 WIB.

Tak lama kemudian, pada Minggu (13/5/2018) malam juga terjadi ledakan di rumah susun sewa Sidoarjo.  Sedangkan pada Senin, 14 Mei 2018, Polrestabes Surabaya juga mendapat serangan. Akibat bom Surabaya itu, 25 orang harus merenggang nyawa.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post