Kamis, 17 Mei 2018

Tak Tanggung-Tanggung, 3 Pasukan Elite TNI Di Siapkan Bantu POLRI Hantam Teroris



Bruniq.com - Ancaman terorisme terhadap negara dan keselamatan masyarakat Indonesia, semakin nyata. Para pelaku terorisme tak segan-segan menyerang markas kepolisian seperti yang terjadi di Polda Riau.

Untuk itu pasukan elit TNI diantaranya, Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU, akan turun gunung membantu Polri memberantas para teroris.
Serangan bom dan aksi kekerasan yang dilakukan para teroris terhadap tiga gereja di Surabaya, Mapoltabes Surabaya dan Mapolda Riau, membuat negara akhirnya bersikap tegas.

Presiden RI Joko Widodo meminta kepada Kapolri untuk menindak tegas para pelaku terorisme sampai ke akar-akarnya, tanpa mengenal kompromi.

"Ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan yang biadab dan kita akan lawan terorisme dan kita akan basmi sampai ke akar-akarnya," tegas Jokowi, Senin (14/5/2018) di Surabaya.

"Saya sampaikan kepada Kapolri untuk tegas dan tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan tindakan di lapangan," tambahnya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, juga telah meminta bantuan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk ikut melakukan operasi bersama penangkapan teroris setelah terjadi tiga ledakan bom di Surabaya.

"Tadi pagi saya sudah telepon Panglima TNI Marsekal Hadi. Saya minta: Pak Kalau bisa kita bergabung. Saya akan kirim dari Kopassus. Terimakasih..." kata Tito Karnavian dalam acara Indonesia Lawyer Club di TV One, Selasa (15/5/2018) semalam.

Tito berharap, mudah-mudahan teman-teman dari Kopassus sudah bergabung karena akan ada beberapa penangkapan yang akan kita lakukan.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerangkan Presiden Joko Widodo merestui pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menanggulangi terorisme. Koopssusgab akan di bawah komando Panglima TNI.

Selama ini Menurut Moeldoko, satuan teror yang berisi prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan antiteror Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU dibekukan.

"Untuk komando operasi khusus gabungan TNI, sudah direstui oleh presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Kata Moeldoko, pembentukan Koopssusgab tidak perlu menunggu RUU Terorisme disahkan. Pembentukan ini merupakan inisiasi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Nggak perlu nunggu. Sekarang ini, pasukan itu sudah disiapkan," tutur Moeldoko.

"(Komando) di bawah Panglima TNI. Itu inisiasi penuh Panglima TNI. Di dalamnya, kekuatan dari pasukan khusus darat, laut, dan udara yang terpilih," tambahnya.

Koopssusgab bisa untuk operasi perang selain militer atau sebaliknya. "Bisa untuk operasi perang dan operasi selain perang," tuturnya.

Yang jelas, kata Moeldoko, ia meminta masyarakat tenang dan tidak resah akibat rentetan teror saat ini.

"Intinya siap serahkan pada aparat keamanan, kita siap mengahadapi situasi apapun. Masyarakat nggak perlu resah. Sekali lagi percayakan pada kami," tambah Moeldoko.

Dengan direstuinya pembentukan Koopssusgab, maka tim Densus 88 Polri akan diperkuat oleh prajurit-prajurit terpilih dari satuan-satuan antiteror Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL, dan Satbravo TNI AU.


Next article Next Post
Previous article Previous Post