Jumat, 04 Mei 2018

Salam Dua Periode!! 71,3 Persen Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi

Bruniq.com Jakarta - Hasil survei terbaru lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan mayoritas masyarakat Indonesia sangat puas atau puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo. Sebanyak 71,3 persen pemilih mengaku puas dengan kinerja Jokowi.



Survei ini dilakukan pada 25 Maret sampai 31 Maret 2018 terhadap 1.200 responden. Populasi survei adalah warga negara yang mempunyai hak pilih (sudah berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah) dalam pemilu pada saat survei dilakukan.
Responden dipilih secara random menggunakan metode multistage random sampling. Responden diwawancara lewat tata muka. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
"Dari hasil survei, sekitar 14,8 persen sangat puas dan 56,5 persen cukup puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden hingga saat ini. Jadi, secara keseluruhan, 71,3 persen pemilih sangat puas atau puas terhadap kinerja Jokowi," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat rilis hasil survei di Kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Jakarta, Kamis (3/5).
Burhanuddin mengungkapkan hanya 25,4 persen pemilih yang menyatakan kurang puas dengan kinerja Jokowi dan 1,9 persen pemilih yang menyatakan tidak puas sama sekali dengan kinerja Jokowi. Sementara pemilih yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab saat survei sebanyak 1,5 persen.
"Memang kecenderungan persepsi publik terhadap kinerja Jokowi semakin positif. Kalau dilihat dari tahun 2015, cenderung naik tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi," kata dia.
Tak hanya itu, Indikator juga, kata Burhanuddin, menemukan bahwa mayoritas pemilih yang menjadi responden mengaku yakin atas kemampuan Jokowi untuk memimpin Indonesia semakin baik lagi ke depannya. Sekitar 73 persen warga merasa cukup atau sangat yakin Jokowi mampu.
"Sekitar 17 persen publik sangat yakin dan 55,5 persen cukup yakin Jokowi mampu memimpin Indonesia ke depan menjadi lebih baik dari saat ini," tutur dia.
Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan, berdasarkan hasil survei, secara umum kondisi ekonomi, politik, penegakan hukum dan keamanan nasional lebih banyak yang menilai positif ketimbang yang menilai negatif. Kondisi ekonomi rumah tangga dan nasional dalam setahun terakhir, kata dia, juga lebih banyak yang menilai membaik ketimbangan menilai memburuk.
"Kecenderungan kondisi ekonomi nasional setahun terakhir juga masih berada pada tren yang semakin positif. Ekspektasi publik atas kondisi ekonomi setahun ke depan juga sangat positif dan kondisi politik, penegakan hukum dan keamanan juga pada tren positif," pungkas dia.



Next article Next Post
Previous article Previous Post