Selasa, 22 Mei 2018

Lihat!! Viral Video Aksi 'Peluk Saya' Hijaber Bercadar di TP Surabaya

Loading...
Loading...
Bruniq.com Surabaya - Ketakutan warga Surabaya terkait tragedi bom di tiga gereja semakin memperburuk stigma tentang wanita bercadar atau niqab. Seperti diketahui salah satu pelaku bom bunuh diri di GKI Surabaya menggunakan cadar saat melakukan aksinya.

Namun hal ini tak terbukti lewat aksi eksperimen sosial yang dilakukan seorang wanita bercadar di Tunjungan Plaza Surabaya beberapa waktu lalu. Aksi ini pun menjadi viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1 menit yang diunggah oleh akun instagram @wardamaulina dan diviralkan oleh akun @lovesuroboyo tersebut telah ditonton lebih dari 1.583.355 kali dan diberi like hingga 18.699.


Dalam percobaan itu, Wardah tampak meminta sejumlah pengunjung di Tunjungan Plaza untuk memeluknya. Tak hanya pengunjung, ia juga mendekati sejumlah pegawai yang bekerja di salah satu mal terbesar di Jawa Timur tersebut.

Sebagian besar pengunjung maupun pegawai Tunjungan Plaza yang diajak berpelukan oleh Wardah menerima permintaan wanita muda ini. Bahkan ada beberapa dari mereka yang memeluk Wardah secara bersamaan sembari tersenyum lebar.

Dari penelusuran detikcom, video ini dibuat oleh pasangan suami istri, Natta Reza (27) dan Wardah Maulina(22) saat mereka berkunjung ke Kota Pahlawan.

"Kebetulan kami berdua diundang menjadi pembicara di kampus ITS Surabaya. Kebetulan pasca tragedi bom di Surabaya banyak follower kami meminta membuat sosial eskperimen tentang wanita bercadar," jelas Natta saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (22/5/2018).

Natta sendiri diketahui berprofesi sebagai penulis buku asal Bangka Belitung, sedangkan istrinya Wardah berasal dari Aceh dan berprofesi sebagai penulis buku serta desainer. 
Natta dan istrinya mengaku mendapatkan banyak pesan dari kerabat maupun teman di akun Instagram mereka. Pesan-pesan itu berisi curahan hati para anggota komunitas bercadar yang takut dan khawatir tak bisa leluasa bersosialisasi di tengah masyarakat pasca tragedi pengeboman di Surabaya.

Namun dari eksperimen sosial yang mereka lakukan, hal itu nyatanya tidak terbukti.

"Alhamdulillah setelah kami melakukan sosial eksperimen di mal itu, responsnya sungguh luar biasa. Kami sempat terharu melihat respons masyarakat di Surabaya ketika kami melakukan sosial eksperimen itu," imbuh Natta.


Keduanya juga kerap menjadi motivator yang aktif mengajak anak-anak muda jaman now menjauhi kemaksiatan dalam hal pacaran, yaitu dengan menikah. 

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post