Rabu, 02 Mei 2018

Debat Sengit, Adian Napitupulu dengan Fadli Zon Soal Kedatangan Prabowo di Aksi Hari Buruh


Bruniq.com - Terjadi perdebatan panas antara politisi PDIP Adian Napitulu dengan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon hingga keduanya saling tunjuk.

Dilansir TribunWow.com, melalui Youtube ILC dengan judul Buruh Lokal vs TKA "Mayday, Mayday, Mayday! yang diunggah pada Selasa (1/5/2018).

Adian Napitupulu mengomentari aksi kedatangan Prabowo di aksi hari buruh.

"Acara ini seru karena, judulnya Mayday, Mayday, Mayday yang artinya minta tolong, seharusnya datanglah tokoh-tokoh hebat untuk mendukung buruh, yang terjadi tidak, yang berteriak May Day tidak tahu, jadi yang didukung justru Prabowo, jadi yang minta tolong buruh atau Prabowo, betapa lucunya peristiwa kita hari ini," ujar Adian Napitulu.



Mendengar komentar Adian Napitupulu itu, para peserta ILC riuh ramai.

Tampak Fadli Zon tertawa dengan pendapat Adian Napitupulu.

Setelah itu, Adian Napitupulu menanggapi Said Iqbal tentang undang-undang penanaman modal asing.

"Yang disampaikan Said Iqbal itu menarik, undang-undang PMA itulah pintu masuknya modal asing pertama di Indonesia, bukan Jokowi yang buat, rangakain apa yang terjadi hari ini, tidak bisa dilepaskan dari kebijakan setahun lalu, dua tahun yang lalu, bahkan 29 tahun yang lalu, dan yang terjadi saat ini adalah buah dari keputusan-keputusan tahun tahun lalu, jadi penting jangan melupakan sejarah," ucap Adian napitulu.

Kemudian, Adian Napitupulu memberikan tanggapan soal temuan Ombudsman yang menyebut banyak TKA yang tersebar di 10 provinsi.

"Apa yang dikhawatirkan bung Laode soal temuan Ombudsman pada bulan Juni sampai Desemeber 2017, sementara Perpres ini ditandatangani Presiden pada pada 29 Maret 2018, ini berarti Perpres 2018 itu menjawab temuan dari Ombudsman, itu jelas, berarti Perpres ini sempurna, lalu apa masalahnya" ujar Adian Napitupulu.

Kemudian, Adian Napitupulu mengaitkan isu imigran gelap yang terjadi di Amerika dan di Indonesia.

"Donald Trump pada pemilu di Amerika juga mengangkat isu imigran gelap, di Indonesia sama, artinya, ini apakah ada nuansa politik atau tidak, ada ketua perserikat dari Golkar, adapula ketua perserikat dari mantan caleg PKS misalnya, Bung Said Iqbal dari Kepri tahun 2009," ujarnya.

Mendengar ucapan Adian Napitupulu, Saiq Iqbal lantas mengangkat micropjone dan angkat suara.

"Itu Fitnah, tidak ada saya, saya bukan anggota PKS, kalau caleg iya, kalau anda bilang dari partai PKS, itu salah, keliru, fitnah dan hoax, jangan membangun opini kesannya ada nuansa politik," ujar Saiq Iqbal.

Kemudian, terjadi debat kusir antara Adian Napitupulu dengan Said Iqbal hingga membuat Karni Ilyas berbicara dengan nada tinggi untuk menghentikan keduanya.

Setelah itu, Adian Napitupulu mengaku mencurigai adanya nuansa politik.

"Ini nuansa politik kental, satunya menang, satunya kalah, saya melihat nuansa politik sangat kental," ujar Adian Napitupulu.

Politis PDIP itu menyebut bahwa Perpres nomor 20 tahun 2018 itu sangat sempurna dan dikerjakan sangat baik oleh pemerintah.

"Kalau soal pilpres nanti, ya nanti, jangan may day, may day, may day, lalu menolong Prabowo, harusnya Prabowo yang menolong pekerja," ujar Adian napitupulu.

Setelah itu, Karni Ilyas mempersilahkan Fadli Zon untuk memberikan tanggapannya.

Fadli Zon mulanya mengucapkan selamat hari buruh dan mengaku bahwa ia mendatangi dua aksi buruh.

Setelah itu, Fadli Zon memberikan tanggapan tenatng tema diskusi may day.

"May day, may day, may day, mulanya dari bahasa Perancis, yang artinya tolong, yang secara harfiah verarti ada keadaan darurat, minta tolong, terutama di tahun 20an, jadi tema hari ini menunjukkan adanya keadaan darurat dari buruh lokal, karena ada infansi dari buruh asing yang difasilitasi oleh aturan-aturan pemerintah, menurut saya ini semangat penjajahan baru, neo kolonialisme, neo imperialisme yang dulu ditentang oleh Bung Karno, kemudian semangat Trisakti, kedaulatan kita, lapangan pekerjaan yang seharusnya bisa dinikmati oleh rakyat kita, kok diberikan kepada asing, apalagi tenaga asing unskil, buruh kasar, " ujar Fadli Zon.

Setelah itu, Fadli Zon menunjukkan data pekerja asing pada tahun 1994 hingga tahun 2000an yang mengalami peningkatan.

Fadli Zon menyebut bahwa adanya Permenakertrans 16/2015, Permenakertrans 35/2015, Perpres No. 20/2018. memberikan karpet merah kepada tenaga kerja asing.

Setelah itu, Fadli Zon memperkuat pendapatnya dengan hasil temuan Ombudsman soal tenaga kerja asing yang menjadi buruh kasar di sejumlah daerah.

Politisi Gerindra itu kemudian, memaparkan kasus pelanggaran imigrasi.

"Saya kira ini sudah banyak kasusnya, ini seperti fenomena gunung es, kasusnya cukup banyak, saya mencatat ada 7787 pelanggaran keimigrasian, 4686 tindakan keimigrasian, rakyat Tiongkok menempati urutan terbanyak pertama, " ujar Fadli Zon.

Fadli Zon menekankan bahwa isu TKA sangat meresahkan masyarakat terutama soal bebas visa sehingga ia menyarankan agar Perpres nomor 20 tahun 2018 itu segera dicabut.

Setelah itu, Adian Napitupulu tidak sepakat dengan usulan Fadli Zon.

Selama diskusi berlangsung, Adian napitupulu dengan Fadli Zon kerap beradu argumen hingga beberapa kali saling tunjuk
Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post