Senin, 14 Mei 2018

Anggap Mako Brimob Rusuh dan Bom Surabaya 'Settingan', Krishna Murti Beri Jawaban Menohok, Jleb!



Bruniq.com - Krishna Murti kali ini tak tinggal diam melihat penghakiman yang dilakukan netizen Indonesia. Hal tersebut berawal dari kerusuhan Mako Brimob. Ya, kerusuhan dan penyanderaan terjadi di rumah tahanan itu pada Selasa (8/5/2018) dini hari hingga Kamis (10/5/2018).

Kerusuhan yang berawal dari cekcok soal pemeriksaan makanan keluarga napi itu berujung mengerikan. Sebanyak 5 polisi dan 1 napi tewas dalam insiden tersebut. Satu napi terorisme di ruang C tewas ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

Sebelum penyanderaan berakhir pada Kamis (10/5/2018) pagi, foto-foto kerusuhan itu sempat viral dan membuat netizen murka. Pasalnya, dalam foto-foto itu, nampak bagaimana cara para pelaku menyiksa para polisi yang disandera.

Namun, diantara berbagai pendapat netizen, ada saja yang masih ragu soal kejadian mengerikan tersebut. Mereka menudingnya hanya settingan pihak kepolisian dan pemerintah.

Lalu, tiba-tiba hari Minggu (13/5/2018) Surabaya diguncang bom yang lebih besar. Tepatnya pada pukul 07.05 WIB, tiga gereja diserang sejara bersamaan oleh bom yang berdaya ledak tinggi. Gereja tersebut diantaranya GKI Jalan Diponegoro, Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) Ngagel, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno.

Total ada 13 orang meninggal dunia dan 41 orang lainnya. Mantan anggota Jemaah Islamiyah, menyebut teror bom Surabaya ini balas dendam akibat beredarnya video polisi yang menyuapi para napi terorisme ketika hendak menuju Nusakambangan.

Kini, usai teror heboh itu mengagetkan warga sekitar, para pelaku pun teridentifikasi. Dari penyelidikan yang dilakukan, terungkap bahwa pelakunya adalah Dita Supriyanto bersama istri dan empat anaknya.

Informasi terbaru, mereka tercatat sebagai warga Rungkut Wonorejo, Surabaya.  Krishna Murti pun mengunggah foto keluarga tersebut di Instagramnya. Ia memberikan capption dalam foto tersebut: Kenapa kamu korbankan anak-anakmu yang tidak tahu apa-apa untuk jadi bomber?

Krishna pun menegaskan netizen untuk jangan lihat pakaiannya. Tapi lihat pemikiran mereka yang salah.

"Jangan lihat pakaiannya. Lihat akibat dari pemikiran yang salah. Bahkan satu keluarga bisa menjadi pelaku sekaligus korban," tulisnya.

Tak hanya itu, Krishna pun menjelaskan soal nama-nama anggota keluarga tersebut dan perannya.
.
Data pelaku Bom 3 lokasi di Sby:

- Dita Upriyanto (GPPS)/ Jl Arjuno, Bapak - .

"Dita adalah Ketua JAD (jaringan Ansarut Daulah) Surabaya," ujar Kapolri Tito Karnavian.

"Jaringan ini kaitannya dengan JAT (Jaringan Ansarut Tauhid). Keduanya terkait dengan ISIS," katanya lagi.

Pimpinan mereka adalah Aman Abdurahman yang yang saat ini ditahan di Mako Brimob.

- Puji Kuswati (GEREJA DIPONEGORO)/ ibu - Fadilasari (12) (GEREJA DIPONEGORO)/ anak - Pemela Riskita (9) (GEREJA DIPONEGORO)/ anak - .
.
- Yusuf Fadil (18) (GEREJA KATHOLIK NGAGEL)/ anak - Firman Halim (16)(GEREJA KATHOLIK NGAGEL)/ anak

krishnamurti_91
instagram.com/krishnamurti_91
Krishna pun menuliskan kata-kata menohok.

Ia menjawab tudingan netizen yang mengaggap ini hanya settingan belaka.

"#kmupdates (orang yang sangat tidak terlihat layaknya pelaku..)

Apakah nanti ada judgement ini settingan..??

Lindungi keluargamu dari pikiran yang salah..

Sebagian dari mereka adalah manusia yang tidak berdosa dan tidak tau apa2..

(foto terpaksa di blur drpd ditegur KPAI, padahal ortunya yg jahat nanti kita yg ditegur)."

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post