Rabu, 04 April 2018

Tutup Alexis Tanpa Solusi, Anies-Sandi Dinilai ‘Berhasil‘ Ciptakan Pengangguran



Bruniq.com - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah, mengkritisi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menutup Alexis Grup, tanpa memberikan solusi bagi para pekerja di tempat hiburan yang disebut-sebut sebagai sarang prostitusi itu.

"Di Alexis kan banyak pekerja, seperti cleaning service, security, dan lain sebagainya itu, yang mungkin jumlahnya mencapai ribuan orang, mereka juga kan warga Jakarta yang seharusnya diperhatikan, diberikan lahan untuk beraktivitas memperoleh penghasilan," kata Trubus kepada NNC, Selasa (3/4/2018).

"Harusnya mereka (Anies-Sandi) memberikan keadilan bagi para pekerja itu, diberdayakan, ini kan memang tugas dari Pemprov. Tapi kenyataannya malah dibebaskan, dibiarkan, jadi ini publiknya dirugikan benar," sambungnya.

Penutupan tanpa solusi ini, lanjut Trubus, menandakan bahwa Anies-Sandi telah menambah jumlah pengangguran di ibukota. Padahal, saat kampanye Pilkada 2017 lalu, Anies-Sandi berjanji akan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Saat kampanye katanya ingin menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di Jakarta, ini kan berlawanan dengan kampanyenya, karena praktiknya malah menciptakan pengangguran," sambungnya.

Atas ketidakpedulian terhadap nasib eks karyawan Alexis ini, Trubus berkesimpulan bahwa penutupan tersebut dilakukan semata-mata untuk kepentingan politik kekuasaan bagi pihak tertentu.

"Arahnya itu hanya untuk kepentingan politik kekuasaan, bukan politik publik. Karena kalau politik publik bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, tapi ini kan ini kan untuk kepentingan politik kekuasaan, ada pihak-pihak tertentu saja yang diuntungkan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta telah mencabut izin usaha Alexis Grup, dengan alasan adanya temuan praktik prostitusi dan perdagangan manusia. Pemprov juga telah menutup Alexis secara resmi pada Kamis (29/3/2018)

Penutupan Alexis berdampak pada nasib para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya. Namun hal itu tidak dipedulikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Alasannya, Anies menyebut, jika pihak Alexis termasuk semua pekerja di sana telah mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan melanggar aturan, sehingga itu sudah menjadi resiko mereka. Aturan yang dimaksud yaitu Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

"Saya ingin garis bawahi, ini pelanggaran yang dilakukan dan diketahui semua yang bekerja di situ. Jadi jangan memberikan kesan tidak tahu lalu jadi korban. Ini pelanggaran semua, rame-rame pelanggaran," kata Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Untuk itu, Anies mengingatkan semua pihak, agar memilah tempat bekerja, sehingga tidak mengalami nasib serupa seperti pekerja Alexis. Sebab, bila tempat pekerjaan itu melanggar, pihaknya akan menindak tegas.

"Ingat kalau Anda bekerja di suatu tempat yang disitu ada pelanggaran, maka ini soal waktu saja akan ditindak," ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.


Next article Next Post
Previous article Previous Post