Jumat, 20 April 2018

Terkait Pemilu 2019. Ini Alasan Buya Syafii Sampai Sebut Lebih Bodoh dari Unta

Bruniq.com Jakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyoroti semakin mengecilnya peran partai Islam dalam politik Indonesia saat ini. "Kenapa partai sekuler lebih besar, karena partai Islam belum bisa melahirkan negarawan," kata Buya Syafii dalam talkshow dan bedah buku 'Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam' di Jakarta Convention Center, Kamis, 19 April 2018.

Sampai sekarang, kata Buya Syafii Maarif, menurutnya partai politik Islam belum banyak melahirkan politisi yang berintegritas dan bisa menjadi seorang negarawan. Walau pun, Buya Syafii mengatakan partai politik Islam di Indonesia masih lebih baik ketimbang di kawasan Arab.

Menurut Buya Syafii politisi yang baik adalah yang berpihak pada keadilan, rakyat jelata, dan kebenaran. "Tapi itu kan masih jauh. Meski dibanding dengan Arab, masih lebih baik," kata dia.
Buya Syafii Maarif mengatakan sampai sekarang memang tidak ada partai politik yang ideal. Dia mendorong parpol berkaca pada kelakuan masa lampau yang masih tidak sesuai dengan prinsip demokrasi untuk bisa membangun demokrasi yang sehat. "Partai Islam sama saja."
Buya Syafii Maarif pun mengomentari maraknya ujaran kebencian di tahun politik menjelang pesta demokrasi tahun depan. "Ujaran kebencian sudah sejak dahulu tahun 2014," kata dia. "Seharusnya sebagai bangsa beradab jangan seperti itu," tuturnya.

Menjelang Pemilu 2019, Buya Syafii mengimbau partai politik untuk berkompetisi secara wajar dan adil, serta selanjutnya menghormati dengan lapang dada. Dengan begitu, dia merasa umat muslim di Indonesia tak akan terpecah seperti 2014. "Kecuali tidak mau belajar."
Menurut Buya Syafii Maarif kondisi umat islam terpecah lantaran politik seperti saat itu sangat memprihatinkan dan sangat disesalkan. "Kalau berulang lagi kita lebih bodoh dari unta," tutur dia.


Next article Next Post
Previous article Previous Post