Jumat, 27 April 2018

Takut Gak Nyambung, Bukan Rizal Ramli, Rustam Ibrahim Sebut 2 Orang Ini Cocok Debat vs Sri Mulyani

Loading...


Bruniq.com - Direktur LP3ES sekaligus Board of Komunitas Indonesia Demokrasi (KID), turut menanggapi pernyataan Rizal Ramli. Pantauan TribunWow.com, hal tersebut diungkapkan oleh Rustam Ibrahim melalui akun Twitternya pada Jumat (27/4/2018).

Diketahui, Rizal Ramli menerima tantangan debat dengan Sri Mulyani. Mengomentari hal tersebut, Rustam Ibrahim khawatir jika debatnya nanti tidak akan nyambung. Menurut Rustam, satu pihak berbicara ekonomi makro sesuai rasionalitas.

Sedangkan pihak lainnya berbicara ekonomi dari metafora politik.

@RustamIbrahim: Yang saya kuatirkan nanti debatnya gak nyambung.

Yang satu bicara pengelolaan ekonomi makro berdasarkan rasionalitas ekonomi, yang satu lagi bicara ekonomi berdasarkan yargon2, retorika dan metafora politik.

Menurut Rustam Ibrahim, pihak yang tepat untuk berdebat dengan Sri Mulyani adalah Chatib Basri atau Faisal Basri.

@RustamIbrahim: Menurut pendapat saya, sebetulnya yang lebih tepat berdebat dengan Sri Mulyani adalah ekonom seperti @ChatibBasri atau @FaisalBasri

Mereka lebih konsisten menggunakan pendekatan2 ekonomi dalam kritiknya.


Diberitakan sebelumnya, Mantan Menteri Keuangan sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keungan dan Perindustrian (Menko Perekonomian) Rizal Ramli meminta diaturkan jadwal untuk berdebat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pernyataan Rizal Ramli tersebut terlontar kala menanggapi omongan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal utang negara. Rizal Ramli mengaku jika debat tersebut bisa membuat ketahuan siapa yang manipulatif dan bagian dari masalah.

@RamliRizal: Wah ini asyik — tolong diatur debat terbuka RR vs SMI di TV - akan ketahuan siapa yg manipulatif, dan merupakan bagian dari masalah.



Diketahui, Jokowi memberikan tanggapan soal utang negara, dalam cara Mata Najwa pada Rabu (25/4/2018).

Pada akhir 2017 utang Indonesia tercatat berada pada kisaran Rp 4.000 triliun. Utang yang terus menumpuk ini dinilai tidak sejalan dengan laju ekonomi nasional.

INDEF bahkan mengungkapkan kekhwatirannya akan kemampuan pemerintah dalam membayar utang luar negeri. Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengaku jika kenyataannya, kepercayaan internasional kepada Indonesia semakin meningkat.

Jokowi lantas mempersilahkan orang-orang yang mengerti ekonomi untuk berdebat dengan Sri Mulyani.



"Ya kalau gini, kalau orang berbicara dnegan angka-angka dengan basis data itu bagus.

Atau ekonom, jago ekonomi makro seperti Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, dengan ekonom yang ngerti masalah makro untuk berdebat dengan angka-angka itu bisa, dengan basis data yang jelas.

Itu bagus.

Kalau yang satu ahli ekonomi makro, yang satu politikus (berdebat utang-red).

Ya, nggak nyambung.

Yang satu pakai data dan angka-angka yang satu hanya berbicara.

Kalau saya lebih percaya kepada yang mengerti masalah ekonomi makro, ya Bu Sri Mulyani. Track record-nya jelas," ujar Presiden Jokowi.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post