Jumat, 27 April 2018

Tak tanggung-tanggun, Tiga Tokoh Senior Daftar Caleg PSI

Loading...


Bruniq.com - Tiga tokoh senior daftar calon legislatif (Caleg) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yakni Kolumnis dan analis bisnis senior Christianto Wibisono, pegiat lingkungan dan social entrepreneur Silverius Oscar Unggul atau Onte dan pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa Azmi Abubakar.

Ketua Umum PSI, Grace Natalie, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (26/4/2018), mengaku bersyukur dan menyampaikan apresiasinya.
"Sebagai kendaraan politik, PSI sudah jadi. Silakan dimanfaatkan. Tapi, banyak aktivis tampaknya sulit sekali untuk menyeberang, seolah ada batas suci," kata Grace.

Padahal, demokrasi sekarang lebih banyak pada soal kebebasan. Tapi Indonesia sendiri kekurangan produk hukum yang berkualitas. Grace mengingatkan, lihat saja revisi KUHP yang mengandung banyak masalah.

Dengan situasi semacam ini, lanjut Grace, seharusnya ada lebih banyak orang baik dan berkualitas yang masuk masuk politik seperti Christianto, Azmi, dan Onte.

"Bayangkan, Pak Christianto sudah 73 tahun dan lututnya bermasalah, masih mau terjun berpolitik. Kendaraan sudah ada, momentum tersedia. Tunggu apa lagi," kata Grace.

Azmi Abubakar, mengatakan, PSI adalah pelabuhan baginya yang selama ini menghindari berorganisasi lewat jalur kepartaian.

"PSI adalah rumah baru sekaligus harapan baru, karena belum pernah dalam sejarah Republik Indonesia ada sebuah partai yang diinisiasi oleh anak muda di mana mereka belum tercemar politik yang kotor. Untuk itu saya ingin masuk berjuang di dalamnya," kata putra Aceh ini.

Pada kesempatan yang sama, Onte menyatakan dirinya dan teman-teman lain telah berjuang dari dulu melawan ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam.

"Namun, dalam prosesnya, hal-hal baik yang kami bikin kerap terbentur kebijakan, terhalang politik," kata Onte, seperti yang dikutip dari Antara.

Pada 2012, Onte terjun menjadi calon wakil wali kota Kendari dari jalur independen, namun ternyata susah sekali untuk merebut kekuasaan tanpa instrumen partai.

Sementara itu, Christianto menyatakan, pada usia 73 tahun, ia ingin mewariskan apa yang masih bisa diingat dan sumbangkan untuk masyarakat.

"Wujudnya adalah partisipasi di PSI yang ketuanya malah lebih muda dari putri sulung saya," kata Christianto.

Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) ini menambahkan, dirinya ingin mewariskan pengalaman bermasyarakat terutama dalam mengikuti kebijakan publik agar bisa menatap masa depan Indonesia secara lebih optimis tapi tetap realistis.

Sejumlah tokoh juga memberikan dukungan dengan keputusan mereka masuk politik. Mantan Dubes Argentina, Paraguay, dan Uruguay, Kartini Sjahrir menyatakan, PSI adalah partai yang didirikan oleh anak-anak muda yg ingin merawat dan mempertahankan identitas kolektif NKRI yaitu kemajemukan.

"Kemajemukan mensyaratkan dua hal yaitu toleransi dan dan kesetaraan. Toleransi hanya mungkin kalau ada keragaman dan bukan keseragaman. Toleransi pada gilirannya membawa kesetaraan. Karena itu, PSI adalah juga partai lintas generasi bagi mereka yang berjiwa muda dan mendukung kemajemukan. Saya sangat mendukung tokoh-tokoh masyarakat seperti Bung Christianto Wibisono bergabung dengan PSI. Saya berharap lebih banyak lagi yang ikut serta," kata Kartini.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post