Minggu, 08 April 2018

Soal Sukmawati, Alumni 212: Ini Menyangkut Hak Allah, Harusnya Hukum Mati, Tapi...


Bruniq.com - Alumni 212 menyatakan menghargai imbauan dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'aruf Amin, yang meminta umat Islam memaafkan Sukmawati Soekarnoputri atas puisi 'Ibu Indonesia', serta tidak melakukan aksi, dan berharap laporan terhadap putri Presiden pertama Soekarno itu dicabut.
"Kami hargai himbauan Ketua MUI yang saya belum tahu itu atas nama pribadi atau keputusan MUI, karena begitu cepat dan spontan tanpa menggelar rapat yang harus dibahas atas sikap Sukmawati itu," ujar Humas Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Chaidir Bamukmin kepada NNC, Jumat (6/4/2018).

Meski mengaku menghargai imbauan Ketua MUI, namun ia menyebut aksi protes hingga membuat laporan polisi, dilakukan Alumni 212 bukan semata-mata mewakili kelompok, tapi karena menyangkut hak Allah. Ia juga menegaskan, bahwa maaf tak akan menghapus penistaan agama yang dilakukan Sukmawati.

"Namun kami tetap punya sikap bahwa ini bukan urusan pribadi atau kelompok umat Islam sehingga meminta maaf kepada umat Islam, karena ini menyangkut haknya Allah yang agamanya dihina, yang umat Islam bukan kapasitasnya memberi maaf kepada penghina agama," ungkapnya.

"Melainkan haknya Allah harus ditebus dengan syariatnya yaitu hukuman mati. Akan tetapi, Indonesia ini tidak menerapkan itu, dan kita serahkan kepada konstitusi yang hukum positif yang diperlakukan di negara ini dalam Pasal 156a KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara dan tidak bisa dihapus dengan maaf," tegas Tokoh Front Pembela Islam (FPI) itu.

Sebelumnya, Ketua MUI Ma'ruf Amin meminta umat Islam meminta umat Islam untuk memaafkan Sukmawati atas puisi 'Ibu Indonesia' yang menyinggung syariat Islam, cadar, dan adzan.

"Kalau boleh saya berharap, inikan sudah minta maaf melalui media, melalui majelis ulama, datang sendiri kesini. Bahkan kalau kita lihat di media menitihkan air mata, ini ada kesungguhan," ujar Ma'ruf di kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

"Kalau orang mau minta maaf itu dengan benar-benar datang kesini. Artinya kalau ke MUI itukan sunggung-sungguh," sambungnya.

Ma'ruf juga berharap tidak ada aksi protes, dan menghentikan upaya hukum terhadap Sukmawati. Alasannya, karena putri Presiden pertama Soekarno itu sudah menyampaikan permohonan maaf baik itu lewat media maupun ke MUI.

"(Soal aksi) Kalau boleh saya berharap karena beliau sudah datang minta maaf, apa salahnya kalau kita memberi maaf, apa salahnya? Saya kira tidak ada salahnya. Dalam rangka kita menjaga keutuhan bangsa," ucap dia.

"(Terkait laporan?) Saya bilang kan kalau bisa memaafkan tidak meneruskan, bermusalahat, kita bersaudara membangun kembali keutuhan kalau saya bisa berharap, itu saya harapkan," jelas Ma'aruf.



Next article Next Post
Previous article Previous Post