Jumat, 06 April 2018

Sempat Heboh Dan Viral Menteri Susi Disebut Sediakan 20 Bus untuk Aksi Bela Islam 411 ataupun 212, Ternyata Ini Yang Sebenarnya, Memalukan ...


Bruniq.com -  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membantah rumor yang menyatakan dirinya ikut menyediakan bus bagi peserta Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 (Aksi 411) dan Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 (Aksi 212).
Berawal satu dari artikel di situs Portal-islam.id berjudul ‘Subhanallah…Saat Sukmawati Lecehkan Islam, TGB UNGKAP: Menteri Susi Sewa 20 Bus Untuk Support Aksi 411‘ yang dipublikasikan pada 5 April 2018.

Artikel tersebut menginformasikan perihal Menteri Susi yang mendatangi Jokowi dan mengaku bahwa dirinya menyewa 20 bus dari Pangandaran ke Monas untuk aksi 411.

Informasi tersebut diklaim bersumber dari video yang memuat pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhamamad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dalam sebuah acara di Jambi.

Dalam video tersebut, TGB bercerita bahwa Susi pernah bilang kepadanya mengenai bantuan untuk memberangkatkan tetangganya di Pangandaran menuju ke Monas untuk ikut dalam aksi 411. Dinyatakan pula di video itu TGB meminta agar informasi ini tidak perlu direkam.

“Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Perikanan dan Kelautan, ini supaya, (ini nggak usah direkamlah kalian) dia ngomong sama saya, apa katanya? Beliau menyampaikan kepada Pak Presiden, pada masa pasca 212 itu. Apa kata beliau? Pak, saya ini, Bapak tahulah, kalau ibadah mungkin tidak seperti yang lain, pakaian kan juga bapak tahu. Tapi Pak, mohon maaf Pak, saya menyewa 20 bis dari Pangandaran. Tetangga-tentangga saya semua berangkat ke Monas. Kenapa? Karena ucapan itu menyentuh sisi terdalam saya sebagai seorang muslim,” kata TGB dalam video tersebut.

“Jadi ini bukan masalah politik sebenarnya. Maka kalau ditanya kenapa TGB ikut 411, sampai berjalan ikut. Sederhana saja, supaya saya bisa jawab kalau Munkar Nakir nanya. Ketika kitab sucimu, kitabmu diomongin, dengan sesuatu yang tidak …apa pembelaanmu kepada Al-Quran. Hanya itu saja. Dan saya akan ditanya, seperti anda juga akan ditanya. Anda bisa, anda sehat, apa yang anda lakukan? Dan saya rasa apa yang dilakukan oleh umat Islam itu sungguh-sungguh menunjukan derajat dari kesadaran berpolitik yang luar biasa. Tidak merusak rumah ibadah agama lain dimanapun. Tapi dengan tertib mereka menyuarakan supaya ditegakan hukum seadill-adilnya,” lanjutnya.

Kemudian, informasi tersebut direspons oleh Menteri Susi sendiri melalui akun Twitternya.

Awalnya akun @AmbarwatiRexy bertanya soal kebenaran dari potongan video TGB tersebut. Susi kemudian menjawab tegas, “Tidak benar. Yg benar orang2 Pangandaran, Ciamis ke jakarta pake bus. Sy tidak mengikuti atau perhatikan kegiatan 411 ataupun 212.”

Kemudian, penegasan itu kembali disampaikan saat dihubungi Tirto.id. Tirto.id bertanya benarkah ia menyewakan bus untuk rombongan peserta Aksi 212 atau 411 dari Ciamis atau Pangandaran. Susi menjawab singkat: “Tidak.”

Sementara terkait TGB sendiri, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengakui sosok yang ada dalam video yang beredar tersebut memang dirinya. Kepada Tirto.idTGB menjelaskan bahwa video itu diambil saat ia hadir dalam acara ‘Dialog Kebangsaan di Kampus UIN Sulthan Thaha Jambi, 1 Maret 2018’. TGB pun menegaskan bahwa saat menyampaikan hal itu, dia meminta agar informasi itu tidak direkam dan off the record.

Masih kepada Tirto.id, TGB mengaku tidak ingat persisnya kapan, di mana dan dalam acara apa, Menteri Susi menyampaikan hal tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa cerita itu didapatnya langsung dari mulut Susi saat menteri asal Pangandaran itu melakukan kunjungan ke Lombok.

Selain itu TGB juga memberi tambahan pernyataan: “Mungkin saya yang salah menafsirkan omongan Ibu Susi.”

Adapun terkait 20 bus dari Menteri Susi sebagaimana yang disebutkan dalam video TGB tersebut, pengasuh Ponpes Miftahul Huda 2, Bayasari, Kabupaten Ciamis, Kyai Nonop Hanafi, pun membantahnya.

Kyai Nonop adalah Penggagas long MarchCiamis pada Aksi 212. Nonop memimpin 1-2 ribu orang peserta Aksi 212 yang berjalan kaki dari Ciamis. Rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan bus setelah tiba di Bandung.

“Posisi kami saat ini masih di Bumi Parahyangan Bandung, tepatnya di Padalarang. Kami memutuskan untuk naik bus karena kalau memaksakan jalan kaki malah tidak terkejar acaranya. Sekarang sudah dapat 15 bus yang mau antar, masih menunggu tambahan lagi supaya bisa mengangkut semua kira-kira 20 bus,” kata Nonop, dikutip dari bintang.com.

Kepada Tirto.id Kyai Nonop membantah bahwa 20 bus yang dia sebutkan itu berasal dari bantuan Menteri Susi. Dia menegaskan, tidak ada dana dari menteri kelahiran Pangandaran 15 January 1965 itu terkait pengadaan bus untuk angkutan peserta aksi dari Ciamis.

Menurut Kyai Nonop, bus-bus tersebut didapat setelah ada negosiasi antara aparatur pemerintah dengan pimpinan aksi serta PO bus.

“Ada 25 bus [yang] disediakan Dinas Perhubungan Jawa Barat,” kata Nonop, dikutip dari Tirto.id, Kamis (5/4/2018).

Nonop juga menyatakan, ada tambahan dana namun itu diperoleh dari sumbangan masyarakat sepanjang perjalanan.

“Gak ada, ah [sumbangan dari Susi]. Uang recehan semua. Uang seribuan, dua ribuan,” katanya, masih kepada Tirto.id.

Banthan juga disampaikan Aris Darussalam (mantan Ketua PW PII Jawa Barat). Dia termasuk salah satu rombongan long march saat itu.

“Seingat saya ada bus-bus dari Polda juga,” katanya kepada Tirto.id.



Next article Next Post
Previous article Previous Post