Sabtu, 28 April 2018

Pernyataan Keras!! Ucapan Amien Rais soal partai Allah dan setan bertentangan dengan Pancasila

Bruniq.com- Dikotomi Partai Allah dan Partai Setan yang disampaikan politikus senior Amien Rais beberapa pekan lalu dalam ceramah agamanya disebut bertentangan dengan ideologi Pancasila. Pernyataan semacam ini dinilai dapat mengancam persatuan bangsa
Hal ini disampaikan Ketua Baitul Muslimin DPP PDIP, Hamka Haq di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/4).
Hamka mengatakan pada prinsipnya agama adalah perekat persatuan bangsa. Pancasila yang merupakan ideologi dan dasar negara merupakan hasil konsensus bersama umat beragama di Indonesia sehingga lahirlah sila pertama; Ketuhanan Yang Maha Esa.
"Jadi pada prinsipnya agama adalah perekat persatuan bangsa. Tetapi akhir-akhir ini ada pihak-pihak tertentu ingin memanfaatkan agama sebagai alat atau instrumen yang dikaitkan dengan politik dan seolah-olah ingin memecah belah bangsa ini. Katakanlah membangun khilafah, memberi dikotomi partai Tuhan partai setan. Itu adalah bagian dari hal-hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," jelasnya.
Nilai-nilai Pancasila, lanjut Hamka, harus dijunjung dan diterapkan di mana pun kita berada. Dengan demikian kita dapat berkontribusi dalam meredam tindakan intoleransi dan radikalisme. "Dengan menegakkan penghayatan nilai-nilai agama yang benar," ujarnya.
"Semua agama menghendaki kebersamaan dan dari situlah kita merajut kebersamaan Indonesia raya," tambahnya.
Hamka mengatakan sekitar kurun waktu 1960 sampai 1970-an, tak ada yang mempersoalkan pembangunan masjid atau gereja. Persoalan ini baru muncul akhir-akhir ini.
"Tahun 60-an sampai 70-an itu di Papua, orang Papua tidak mempersoalkan pembangunan masjid di mana-mana karena rasa kegotongroyongan sebagai bangsa Indonesia. Baru sekarang dipermasalahkan, dipersoalkan," jelasnya.
Ia juga mencontohkan di Pinrang maupun di Soppeng, Sulawesi Selatan pada masa lalu tak ada yang mempersoalkan pembangunan gereja. Namun belakangan mulai dipersoalkan. Hal itu karena ada pihak-pihak yang membesarkan persoalan perbedaan agama.
"Isu-isu perbedaan agama dibesar-besarkan dan dijadikan instrumen politik untuk upaya memecah belah bangsa ini. Mereka ingin mengatakan partai tertentu yang ada Nasraninya jangan dipilih, maunya seperti itu. Padahal kita soal agama sudah selesai," terangnya.


Next article Next Post
Previous article Previous Post