Selasa, 24 April 2018

Pejabat Ini Curiga Jokowi Tak Tahu Pencopotan Direktur...

Bruniq.com Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara merombak direksi Pertamina pada Jumat pekan lalu. Selain Elia Massa Manik yang dicopot dari jabatan Direktur Utama Pertamina, ada empat direktur yang diganti melalui rapat umum pemegang saham luar biasa perusahaan pelat merah itu. Untuk sementara, Kementerian BUMN menunjuk Direktur Sumber Daya Mineral Nicke Widyawati sebagai pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina.

Menurut seorang petinggi di lingkaran pemerintah, pencopotan direktur kali ini dilakukan tanpa berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo. Padahal Pertamina tergolong perusahaan pelat merah strategis, sehingga penentuan direktur tidak menjadi kewenangan mutlak Menteri BUMN.

Namun hal itu dibantah Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro. “Menteri senantiasa melaporkan berbagai keputusan yang harus mendapat persetujuan dari atasan dan pimpinan,” kata Wianda.
Dia kembali menegaskan, Nicke ditunjuk sebagai pelaksana tugas direktur utama lantaran selama ini juga memimpin Tim Implementasi Holding Migas. “Sangat cocok apabila Ketua Tim Implementasi Holding Migas yang kemudian secara konsisten menjalankan rencana holding migas yang sudah dilakukan.”

Adapun Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng menuturkan perombakan direksi menjadi hak Menteri BUMN. “Ini kan cuma struktur dan purely korporat. Dalam korporat, RUPS yang menentukan.”
Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko tidak merespons upaya konfirmasi Tempo tentang informasi ini. Begitu juga Deputi Koordinasi Bidang Energi, Sumber Daya Alam, dan Manajemen Lingkungan Kementerian Koordinator Perekonomian Montty Girianna.
Elia Massa Manik belum bersedia mengomentari polemik pencopotannya. Suara bernada penyesalan justru datang dari Luhut Binsar Pandjaitan, kolega Menteri Rini di Kabinet Kerja.
Menteri Koordinator Kemaritiman itu menuturkan Elia Massa telah menyiapkan peta jalan pengembangan perusahaan yang komprehensif dan sesuai dengan kondisi saat ini.
Beberapa langkah Elia yang diapresiasi Luhut adalah strategi Pertamina tidak mengambil produk hasil minyak 100 persen dalam proyek revitalisasi kilang guna menjaga keuangan perusahaan. “Tapi, karena sudah diputuskan, ya kami harus loyal,” ujar Luhut kepada Tempo, Ahad, 22 April 2018.



Next article Next Post
Previous article Previous Post