Minggu, 01 April 2018

Orang Ini Sebut Kalau Ada Lomba Buron, Ahok Pasti Kalah Itulah Sebabnya Ahok Adalah Keturunan Cina Terbaik Di Indonesia ...



Bruniq.com -  Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kini menghabiskan hari-harinya dibalik jeruji besi Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, setelah ia divonis bersalah dalam kasus penistaan agama, dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Upaya Ahok mencari keadilan hukum pun telah usai, karena pengajuan kembali (PK) kasusnya, ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Terkait apa yang dialami Ahok ini, penulis Herry Tjahjono menilai, Ahok memang selalu kalah, karena mantan Bupati Belitung Timur itu tak pernah lari dari tanggungjawabnya sebagai warga negara yang taat akan hukum.

"Ia tak pernah menang. Ahok itu meskipun badannya tinggi dan kakinya panjang, tapi tidak bisa lari. Itu sebabnya ia tak pernah bisa lari dari tanggungjawab. Kalau ada perlombaan buron, ia pasti kalah," kata Herry dikutip NNC dari akun Facebooknya, Sabtu (30/3/2018).

"Itu sebabnya ia hanya bisa memandang sayu para juara buron dari kejauhan. Itu sebabnya ia selalu kesepian, sebab ia tak pernah bisa lari dari tanggungjawab, tertinggal sendiri. Ia tak pernah menang dalam setiap perlombaan lari dari tanggungjawab," tandasnya.

Atas kekalahan Ahok dari para buron, Herry menyebut, mantan anggota DPR itu adalah salah satu warga keturunan Cina terbaik di Indonesia.

"Salah satu WNI (keturunan) Cina terbaik di republik ini. Dimaki, disakiti, dilukai, dijebloskan, ditolak, ditinggalkan, namun tak satu sentimeter pun kakinya beranjak dari tanah yang melahirkannya. NamanyaAhok, A Man of Honor," ujarnya.

Seperti diberitakan, Ahok mengajukan PK ke MA melalui Pengadil Negeri Jakarta Utara selaku pihak yang memutus perkaranya pada tingkat pertama, pada (2/2/2018).

Kemudian, berkas perkara PK Ahok diterima Kepaniteraan Pidana MA pada 7 Maret. Dan akhirnya Senin 26 Maret, MA memutuskan menolak PK mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ahok divonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang putusan kasus penistaan agama pada (9/5/2017) lalu. Hakim menilai Ahok terbukti bersalah dan melanggar Pasal 156a KUHP.


Next article Next Post
Previous article Previous Post