Sabtu, 28 April 2018

Oalah!! Korsel-Korut Damai, Sandi Malah Singgung DKI. Sampai Bilang Begini...

Bruniq.com Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno merasa bangga dengan kabar perdamaian antara Korea Utara dan Korea Selatan. Bahkan Sandi menilai seharusnya DKI Jakarta dan Indonesia bisa terinspirasi dari perdamaian dua negara tersebut.

"Kita ada menjadi tuan rumah (Asian Games) yang sangat bangga terhadap perubahan di geopolitik dunia ini. Kita lihat dulu kan Korsel dan Korut selalu bermusuhan sekarang sudah berdamai. Kita harusnya mendapat inspirasi bagi DKI dan Indoensia yang selama asyik saling Pecah belah," ujar Sandi, Sabtu (28/4/2018).

"Seteru abadi itu tidak ada, kawan abadi memang tidak ada. Kita harus pastikan kita punya interest yang sama, kita punya kepentingan yang sama untuk memajukan bangsa," lanjutnya.


Sementara itu, dalam pemaparannya saat menjadi pembicara, Sandi menyoroti besarnya persentase warga Jakarta yang menjalani perilaku malas bergeral. Sandi mengatakan ada 44,2 persen warga Jakarta yang kurang bergerak.


Sandi memaparkan hal tersebut usai menjadi pembicara di Kampus UHAMKA, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sandi menjadi pembicara Public Healt dengan tema Mewujudkan Kolaborasi Lintas Sektor dan Sektor dalam Percepatan Pencapaian Jakarta Sehat.

Kembali ke perdamaian Korut-Korsel. Pemprov DKI menyambut baik perdamaian dua negara itu, apalagi Korut dan Korsel terlibat dalam perhelatan Asian Games 2018 yang di gelar di Jakarta. 

Sandi berencana membuat festival khusus di Jakarta menyambut berdamainya Korut dan Korsel. "Kita akan welcome dengan korsel dan korut yang kemungkinan berlaga di Asian Games dengan bendera yang sama. Ini akan dibuatkan acara khusus korsel dan korut," paparnya.

Sandi ingin memanfaatkan momen perdamaian Korut-Korsel itu dengan membuat festival kuliner Korea. Menurutnya Jakarta salah kota dengan populasi restauran korea terpadat.

"Kebetulan Jakarta itu salah kota dengan polulasi restauran korea terpadat. Kesempatan ini bisa dibuatkan festival masakan Korea," terangnya.



"Hasil riset kesehatan dasar 2013 dari kementerian kesehatan ini saya kutip 44,2 persen warga Jakarta menjalani perilaku kurang bergerak aplagi ada gadget. Jadi kita lihat kurang bergerak ini lebih 6 jam per hari," jelasnya.

Untuk mengurangi angka tersebut, Sandi mengimbau untuk menjalani gaya hidup aktif. "Kita ingin bahwa gerakan ini bisa disebarluaskan di seluruh wilayah Jakarta. Saya mendukung sekali agar warga mempunyai gaya hidup sehat. Baik itu di bidang ekonomi, kesehatan,pendidikan dengan bergaya hidup aktif," terangnya. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post