Minggu, 01 April 2018

Misa Paskah, Uskup Agung Jakarta Singgung Agama Disalahgunakan Untuk Uang Dan Gengsi Oleh Kelompok Ini



Bruniq.com - Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo memimpin misa Paskah di Gereja Katedral. Dalam khotbahnya, Mgr Suharyo mengungkit tentang agama yang kini disalahgunakan demi uang, kekuasaan, dan gengsi.

Awalnya, Mgr Suharyo bicara tentang pedoman umat Katolik dalam menjalani kehidupan yaitu Tri Tunggal Maha Kudus. Namun, kini pedoman itu mulai digantikan dengan 3 hal yang disebutnya sebagai Tri Tunggal Maha Tidak Kudus.
"Saat ini Tri Tunggal Maha Kudus sudah digantikan dengan Tri Tunggal Maha Tidak Kudus. Tri Tunggal Tidak Maha Tidak Kudus itu adalah uang, kekuasaan dan gengsi. Itu yang dicari saat ini," kata Mgr Suharyo kepada umat di Gereja Katedral, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2018).

Mgr Suharyo menyebut saat ini Tri Tunggal Maha Tidak Kudus dicapai dengan 5 cara, yakni penipuan, suap-menyuap, korupsi, ujaran kebencian, dan kekerasan. Mirisnya, kata Mgr Suharyo, kelima cara itu dicapai dengan melibatkan agama.

"Begitu juga dengan agama. Agama disalahgunakan untuk capai keinginan itu. Tahun ini kita merayakan hari Paskah. Mari kita jadikan tahun ini tahun persatuan, bukan tahun politik," ucap Mgr Suharyo.

Mgr Suharyo mengingatkan agar lewat Paskah kali ini, umat membawa damai dan sukacita mendalam di tengah masyarakat. Damai dan sukacita itu dijalankan lewat kesabaran dan kelemah-lembutan bagi sesama manusia.

Gereja Katedral menggelar sebanyak tiga kali misa untuk paskah minggu ini. Adapun misa pertama pukul 09.00 WIB, Kedua pukul 11.00 WIB dan misa ketiga pukul 17.00 WIB.

"Tema yang diusung sesuai dengan tema besar tahunan Gereja Katolik yaitu 'Kita Indonesia, Kita Bhineka'. Untuk umat yang hadir sekitar 2.000 umat," kata Humas Gereja Katedral, Susyana Suwadie di Gereja Katedral, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (1/4/2018).


Next article Next Post
Previous article Previous Post