Kamis, 12 April 2018

Mengejutkan!! Viral Anak Dipukuli di Tasikmalaya, Ini Cerita Ortu Korban

Bruniq.com Tasikmalaya - Yeni kaget bukan kepalang. Dia tak terima anaknya menjadi korban kekerasan pemilik warung di Indihiang Tasikmalaya. Meski begitu, dia menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke polisi. 

"Melihat disiksa seperti itu, sebagai orang tua tidak terima. Kesalahan anak-anak itu padahal diserahkan saja kepada orang tua yang akan bertanggung jawab, atau kepada kepolisian," kata Yeni di rumahnya di Mangkubumi, Kamis (12/4/2018) 


Saat di Polres Tasikmalaya, Yeni mengaku diperiksa petugas kepolisian terkait kasus kekerasan tersebut. "Inginnya urusannya semuanya diserahkan kepada yang berwajib saja, termasuk proses hukumnya. Setelah kejadian ini saya akan lebih ketat menjaga dan mendidik anak saya, supaya tidak melakukan hal-hal yang tidak baik," katanya.

Viral Anak Dipukuli di Tasikmalaya, Ini Cerita Ortu KorbanFoto: Istimewa

Yeni sendiri mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan setelah ramai beredar di media sosial (medsos). Menurut Yeni, saat kejadian, anaknya yang berinisial CS sedang liburan sekolah. Dia meminta izin menginap di rumah temannya yang masih bertetangga bersama teman lainnya. Saat menginap itulah, kata Yeni, CS dan teman-teman mencoba pergi ke Rajapolah menumpang mobil pikap dan berhenti di wilayah Indihiang Tasikmalaya. 

Berdasarkan cerita anaknya, saat tiba di Indihiang mereka kehausan. Kemudian mereka menghampiri warung di pinggir jalan sebelah SPBU untuk meminta minum karena tak membawa bekal uang. Saat itu pemilik warung terlihat sedang tidur, mereka malah meminum minuman bersoda di warung itu.

"Pemiliknya bangun dan tidak terima. Anak-anak sempat kabur tapi dikejar sampai ketangkap. Setelah itu katanya dipukul dan dijambak," jelasnya

Sebelum mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan, Yeni didatangi petugas dari Polsek Indihiang, Rabu (11/4/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu polisi meminta Yeni menjemput anaknya di kantor polisi. Tiba di polsek, beberapa orang tua lain sudah menunggu.

"Sebelum tahu kejadian disiksa, di Polsek Indihiang musyawarah bersama pemilik warung. Sampai akhirnya damai, saling memaafkan dan mengganti kerugian," tuturnya.

Setelah pulang ke rumah masing-masing, sekitar setengah jam ada panggilan kembali dari pihak kepolisan. Namun kali ini dari Polres Tasikmalaya. Saat itu Yeni yang didampingi Endang baru mengetahui anaknya disiksa, setelah polisi menunjukkan video yang beredar di media sosial.



Next article Next Post
Previous article Previous Post