Sabtu, 28 April 2018

Mengejutkan!! Bawaslu Sebut Tak Masalah Bicara Politik di Rumah Ibadah?

Bruniq.com Jakarta - Badan Pengawas Pemilu mempersilakan diskusi dan bincang-bincang politik digelar di rumah ibadah. "Tidak ada masalah membicarakan politik di tempat ibadah," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja kepada Tempo, Sabtu, 28 April 2018.

Bagja mengatakan kegiatan yang dilarang masuk ke rumah ibadah adalah kampanye politik dalam rangka Pilkada dan Pemilu. Mengenai penindakan dan pengawasan tempat ibadah dari praktik kampanye, Rahmat Bagja mengatakan Bawaslu menunggu laporan dari masyarakat.

Pernyataan Bagja menegaskan pernyataan Komisi Pemilihan Umum. Sebelumnya, lembaga penyelenggara pemilu itu menyatakan obrolan politik di tempat ibadah diperbolehkan asal bukan berkaitan dengan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. "Kalau ngobrol politik boleh saja, yang tidak boleh kampanye. Kalau dia masuk ruang lingkup definisi kampanye, berarti tidak boleh," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, kemarin.
Wahyu berujar membicarakan politik dan kampanye adalah dua hal yang berbeda. Politik, kata dia, dalam artian luas dapat mencakup apa saja, bukan hanya soal pemilu. Sebagai contohnya, Wahyu berpendapat membicarakan harga komoditas hingga pemberantasan narkoba juga masuk ke dalam kategori politik.
"Kalau kampanye sudah jelas, menurut aturan, dilarang dilakukan di tempat ibadah," kata Wahyu. Adapun berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 kampanye didefinisikan sebagai kegiatan peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh peserta Pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan atau citra diri peserta Pemilu.

Wahyu pun mengingatkan, saat ini belum masuk ke periode kampanye. Sehingga yang boleh dilakukan partai politik, antara lain hanya sosialisasi internal partai politik dan pemasangan bendera.
Perbincangan soal boleh tidaknya obrolan politik di rumah ibadah muncul setelah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan politik itu harus disisipkan dalam acara keagamaan maupun pengajian. Hal itu disampaikannya dalam peringatan satu tahun Ustazah Peduli Negeri di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa lalu.


Next article Next Post
Previous article Previous Post