Kamis, 05 April 2018

Kasus Puisi Sukmawati, Ini Tanggapan Menteri Agama


Bruniq.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin angkat bicara terkait puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 dan diduga mengandung unsur SARA.

Menurut Menag, puisi merupakan bentuk ekspresi seseorang dalam mengungkapkan perasaan, apa yang dipikirkan dan apa yang seseorang ketahui dalam bentuk tulisannya. Terkait karya atau ekspresi itu bermasalah atau tidak, Menag mengaku memiliki pandangan tersendiri.

"Menurut hemat saya, persoalan orang mengungkapkan itu bisa berbeda pandangan. Ada yang menganggap, katakanlah cadar sekarang ini di internal umat Islam sendiri kan apakah itu syariat atau tidak, itu kan juga umat Islam tidak dalam satu pandangan yang utuh. Jadi hal-hal seperti ini menurut saya mari kita dialogkan," kata Menag Lukman di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Menurut Menag Lukman, akan lebih baik bila Sukmawati dengan jiwa besar bisa menyampaikan permohonan maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman dengan puisinya dan meredam kontroversi. Menag juga yakin bila Sukmawati sama sekali tidak ada itikad sedikitpun untuk mengusik kenyamanan perasaan umat Islam, apalagi untuk melecehkan dan menghina.

"Saya mengenal beliau dan saya menyakini beliau tidak punya apa... potensi kesana. Apalagi sampai ada yang mengatakan membenci Islam. Tidak sejauh itulah," tegas Menag.

Selain itu Menag juga berharap masyarakat bisa memaafkan bisa menerima apa yang dilakukan oleh Sukmawati, sehingga tidak semua persoalan yang terkait dengan perbedaan pandangan di antara masyarakat harus selalu dibawa ke proses hukum.

"Kita ini kan bangsa yang penuh kekeluargaan yang bisa saling menghargai, menghormati pandangan yang lain, bahkan kita bangsa yang bisa saling memaafkan satu dengan yang lain," sambung Menag Lukman.


Next article Next Post
Previous article Previous Post