Sabtu, 28 April 2018

Ini Pernyataan Jelasnya!! Menteri Agama Larang Politik Praktis di Rumah Ibadah

Bruniq.com Bogor - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melarang kegiatan politik praktis di tempat ibadah. Tempat ibadah harus dijaga kesuciannya dari segala bentuk yang dapat menimbulkan konflik.

"Tempat ibadah apa pun agamanya, harus kita jaga kesuciannya. Rumah ibadah tidak boleh dijadikan ajang yang memicu konflik di antara kita hanya karena perbedaan politik praktis dan pragmatis," kata Lukman seusai kegiatan "Temu Kebangsaan" di Kota Bogor, Jumat (27/4).
Di dalam politik, lanjutnya, terdapat dua perspektif yang perlu dipahami para penceramah atau pengelola rumah ibadah.Pertama, politik subtantif yang dalam hakikatnya berkaitan dengan ajaran agama dan kedua, politik praktis yang mengajak memilih salah satu calon atau partai tertentu.
Materi politik substantif, antara lain menegakkan keadilan, memenuhi hak-hak dasar manusia, dan lainnya. Dalam konteks ini, penceramah agama wajib menyampaikannya kepada umat.
Sebaliknya, penceramah dilarang menyampaikan politik praktis-pragmatis, "Misalnya, memilih pasangan calon A, tetapi jangan calon B. Pilihlah partai A, B, serta pilihlah capres ini, jangan capres itu," katanya.
Ke depan, Lukman berharap para elite politik maupun penceramah agama tidak membawa politik praktis ke dalam tempat-tempat ibadah agar tidak menimbulkan konflik di antara umat beragama.
"Kalau rumah ibadah dijadikan tempat ajang pertikaian, konflik, maka tidak hanya konflik antar-agama, tetapi juga konflik antarsendi-sendi kita dalam berbangsa dan bernegara ini runtuh, karena bangsa ini dibangun dengan nilai-nilai agama," pungkasnya.




Next article Next Post
Previous article Previous Post