Kamis, 05 April 2018

Gempar!! MUI Minta Umat Islam Tak Aksi, Alumni 212 Malah Tanggapi Begini..

Bruniq.com Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin meminta umat Islam memaafkan dan menghentikan upaya hukum ke Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi 'Ibu Indonesia'. Meski begitu Alumni 212 tetap akan melakukan demo.

"Besok kita kan bukan laporan, tapi lebih kepada gerakan keprihatinan terhadap salah satu tokoh kita yang kita anggap anak seorang proklamator. Jadi bukan semacam mendesak dan harus kita paksakan dan seterusnya," kata Kepala Satuan Komando Alumni 212, Muhammad Rifqi ketika dihubungi, Kamis (5/4/2018). 

"Aksi damai menyampaikan aspirasi kepada kepolisian bahwa hukum harus tetap jalan. Jadi harus dibedakan antara keprihatinan kita dengan persoalan hal-hal lain," imbuhnya.

Menurut Eky, seharusnya Sukmawati meminta maaf dengan tulus kepada seluruh umat Islam. Menurutnya MUI atau PBNU hanya lembaga belum mewakili seluruh umat Islam yang tinggal di Indonesia.

"Saya pikir masyarakat Indonesia paham konteks hukum tidak cukup dengan minta maaf, tidak mau fair bukan minta maaf ke MUI apa didampingi cukup ke PBNU. Umat Islam milik semua dari lapisan bawah sampai tingkat elite, jadi harus dibedakan ormas Islam dengan umat Islam, yang dilakukan sukma ini kepada umat Islam bukan ke ormas Islam," bebernya.

"Kalau ada ormas Islam mendampingi dia silakan ke ormas. Tapi umat Islam yang benar-benar terseinggung yang selama ini azan, berhijab, bercadar kok dianggap kurang baik, lebih baik budaya (dibanding) dengan agama, nggak boleh dipersepsikan karena memang beda," sambung Eky. 

Atas dasar itulah, kata Eky, besok PA 212 akan tetap menggelar aksi. Aksi itu akan dilakukan seusai salat Jumat di Masjid Istiqlal kemudian long march ke Bareskrim Polri.
Dia pun menuntut permohonan maaf yang tulus dari Sukmawati. Menurutnya maaf Sukmawati hanya sebatas di bibir saja.

"Menurut saya Bu Sukma pertama dia mengaku seorang Islam, maksudnya itu dia harus meminta maaf bukan saja kepada umat manusia, umat islam, tapi minta maaf terbuka dengan hati ikhlas kepada Allah SWT karena Allah pemilik agama ini. Dia minta maaf terpublish, kl kmr minta maaf kayaknya kmr masih PD bahwa dia bener. Jadi minta maafnya lip service aja, nangisnya itu ketakutan di penjara," ujar Eky.

Dia pun menyarankan Sukmawati untuk melakukan tobat nasyuha. "Kalau menurut versi Islam tobat nasyuha. Dia bener-bener sadar bahwa dirinya sadar berbuat salah, menghina dan mendzolimi bahasanya," katanya.


"Kita tunggu sikap dan ketegasan kepolisian persoalan SARA ini kita serahkan kepada kepolisian. Kita percaya pada polisi, jadi nggak kita memaksa atau gebrak-gebrak," urainya. 

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin meminta umat Islam menghentikan upaya hukum terhadap Sukmawati. Ma'aruf juga mengimbau agar masyarakat tidak menggelar aksi terkait puisi 'Ibu Indonesia'. Alasannya, Sukmawati Soekarnoputri sudah menyampaikan permohonan maaf atas kontroversi puisinya.

"(Sukmawati) memang tidak ada niatan menghina dan menodai agama Islam karena itu kami bisa memaklumi dan menyampaikan permohonan maaf beliau. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau, tidak lagi melakukan kegiatan-kegiatan," ujar Ma'ruf di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018). 
Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post