Kamis, 26 April 2018

Beginilah Cerita Tawa dan Canda Warnai Pertemuan Jokowi dan Tim 11 Alumni 212


Bruniq.com - Tim 11 Ulama Alumni 212 membantah pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Minggu (22/4) diwarnai ketegangan. Sebaliknya, pertemuan berlangsung santai dan sering kali diisi dengan tawa dan canda dari kedua pihak.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 sekaligus anggota Tim 11 Ulama Alumni 212 Slamet Maarif menyampaikan pertemuan itu dipenuhi guyonan yang mengundang tawa.

Kata Slamet, saat pihaknya menceritakan soal kriminalisasi ulama, sering kali dibumbui candaan yang membuat Jokowiterpingkal.


"Yang jelas beliau menyimak pembicaraan kami, sempat tertawa juga karena memang dianggap lucu penegakan hukumnya. Santai dia (Jokowi), raut mukanya santai," ujar Slamet saat ditemui usai jumpa pers di Jakarta, Rabu (25/4).

Ada beberapa lawakan yang mampu membuat Jokowi tertawa. Misalnya saat Al Khaththath menceritakan proses penangkapannya dalam kasus dugaan makar.

Saat itu polisi menangkap Al Khaththath dengan menyerahkan surat penangkapan. Lalu Sekjen Forum Umat Islam itu membantah kalau dia pernah menghadiri pertemuan di Menteng membahas makar.

Kemudian aparat yang bertugas saat itu langsung mengiyakan dan mengoreksi surat laporan tersebut.

"Sampai beliau (Jokowi) ketawa mengambil tisu karena logika akal hukum sangat lucu gitu kan," tuturnya.

Al Khaththath juga sempat melontarkan pernyataan kepada Jokowi terkait kasus dugaan makar yang membuat mantan Wali Kota Solo itu tertawa. Kata dia, ada barang bukti yang disita oleh polisi dari dirinya berupa uang senilai Rp18 juta.

Jokowi kemudian menanyakan apa benar uangnya untuk melakukan makar. Lalu mantan Wali Kota Solo itu bertanya untuk apa uang tersebut.

"Jadi saya sampaikan, keliru hurufnya, Pak. Bukan uang makar, tapi uang makan. Dikasih ke siapa? Ya demonstran, karena waktu itu Aksi 313 itu adalah demo kepada Presiden agar mencopot Ahok dari jabatan Gubernur DKI," Al Khaththath bercerita.

Slamet tak mau kalah, dia juga meledek Jokowi di kesempatan itu. Slamet melontarkan candaan bahwa Jokowi adalah Alumni 212 yang paling sulit ditemui.

"Saya yamg berikan lawakan ke beliau, saya hari ini bersyukur bertemu dengan salah satu alumni saya yang paling susah ditemui. Yang lain menunggu bertemu dengan ketuanya, kalau ini kebalikannya. Beliau ketawa, kan beliau Alumni 212 juga," ucap Slamet seraya tertawa. (osc)



Next article Next Post
Previous article Previous Post