Sabtu, 28 April 2018

Bantah Dipecat, Novel Bamukmin Malah Lempar Sindiran pada Politikus PDIP



Bruniq.com - Ketua Lembaga Dakwah Front (LDF) DPP Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin dikabarkan telah dipecat dari organisasi tersebut.

Namun, dengan tegas Novel membantah kabar tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan oleh politikus PDIP Erwin Moeslimin Singajuru itu adalah kabar bohong alias hoaks.

“Tidak benar, hoak itu, sudah dari dulu.  Begitu lagi-lagi, sudah sejak ada kasus Ahok,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (26/4/2018), dilansir viva.co.id.

Bahkan, Novel juga meminta Erwin memberikan bukti soal pemecatan tersebut. Pasalnya, hingga hari ini dia masih tercatat sebagai anggota FPI.

“Kalau memang ada saya dipecat saya minta bukti, pemecatannya kaya apa. Saya masih di lembaga dakwah pimpinan pusat dari Front Pembela Islam,” tegasnya.

Selain itu, Novel juga mengungkapkan soal pertemuan antara Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab dengan Erwin. Sebagai Humas Persaudaraan Alumni 212, ia mengaku punya hak untuk berkomentar.

“Dipersaudaran alumni saya harus bisa menjelaskan itu, itu kewajiban saya. Sementara Habib Rizieq ketua dewan pembinaan,” katanya.

Sementara mengenai kabar pemecatan dirinya, dia meminta agar Erwin bertabayun sebelum mengeluarkan pernyataan yang belum ia ketahui kebenarannya.

“Tanya yang betul, jangan bicara yang menyesatkan. Harusnya mengedepan cek dan ricek, tabayun dulu dan jangan bicara tanpa ada tabayun,” lanjutnya.

Dikabarkan sebelumnya, dalam keterangan tertulis yang beredar Erwin mengajak agar seluruh pihak tak terprovokasi dengan pernyataan Novel Bamukmin mengenai pertemuan Erwin dengan Habib Rizieq. Erwin juga mempertanyakan kompetensi Novel.

“Sepanjang yang saya dengar, Novel Bamukmin itu sudah dipecat dari FPI, tak lagi berhubungan dengan Habib Rizieq, dan pertemuan kami di Mekah itu tak pula ada hubungannya dengan PA 212,” tegas Erwin.

Ini sangat berbeda dengan yang disampaikan Novel. Menurut Novel, dalam pertemuan antara Erwin dan Habib Rizieq, pentolan FPI tersebut menyampaikan sejumlah pesan mengenai kondisi bangsa.

Pertama, Habib Rizieq meminta agar PDIP benar-benar bersih dari keturunan PKI yang masih mengusung paham komunis. Begitu pula dengan kader yang mendukung komunis.

Kedua, PDIP diharapkan melepaskan diri dari neoliberalisme dan para misionaris jahat yang intoleransi terhadap ajaran Islam. Dengan komposisi penduduk Indonesia 90 persen Islam, Habib Rizieq meminta 90 persen kader dan pimpinan PDIP juga Islam.

Terakhir, Habib Rizieq meminta agar PDIP mengevaluasi dan merevisi kebijakan yang anti Islam. Sehingga PDIP bisa menjadi partai yang nasionalis religius serta tak memusuhi agama atau ulama.


Next article Next Post
Previous article Previous Post