Selasa, 03 April 2018

Astagah!! Imam Masjid di Sidoarjo Dianiaya Saat Pimpin Salat Magrib

Bruniq.com- Seorang imam masjid di Sidoarjo, Jawa Timur dianiaya saat sedang mengimami salat maghrib, Senin (2/4) kemarin. Tajuddin mengalami luka memar di kepala bagian belakang karena ulah pelaku.

Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Himawan Bayu Aji membenarkan ada penganiayaan pada imam masjid tersebut.

"Iya benar. Telah terjadi tindak pidana penganiayaan di kawasan Balongbendo," kata Himawan Bayu Aji saat dikonfirmasi, Selasa (3/4).


Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, Tajuddin mulanya berangkat dari rumah sekitar pukul 17.30 WIB untuk melaksanakan salat magrib di Masjid Baitul Ridwan, Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Korban bersama jemaah melaksanakan shalat Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB.

Pada rakaat kedua, tiba-tiba datang pelaku yang diketahui bernama Muhammad Rudiyanto (33). Ia menerobos barisan jemaah atau saf salat dan langsung memukulkan bagian belakang korban menggunakan benda tumpul, Salat terhenti. Jemaah langsung meringkus pelaku.

Korban mengalami luka ringan dan sudah dibawa pulang ke rumah. Pelaku diketahui merupakan warga asal desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Himawan mengaku sudah mengamankan pelaku untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam. Pihak kepolisian sendiri belum bisa membeberkan motif tindakan tersebut dan tak menyebut soal indikasi gangguan kejiwaan dari pelaku.

"Kami sudah memeriksa sekitar 10 saksi, dan sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendalam," katanya.

"Ansor dan Banser akan mengawal terus kasus ini sampai benar-benar terkuak motif penyerangan," cetusnya.Terpisah, Ketua GP Ansor Sidoarjo Reza Ali Faizin mengatakan bahwa korban merupakan Wakil Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Pascakejadian tersebut, pihaknya bersama anggota GP Ansor langsung mendatangi lokasi kejadian. Hingga saat ini, pihaknya masih berjaga-jaga di Masjid Baitul Ridwan.

"Mulai tadi malam sampai saat ini, sahabat Ansor masih berjaga-jaga di tempat kejadian Perkara. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kejadian susulan," ujar Reza.

Hingga saat ini GP Ansor masih belum mengetahui motif dari penyerangan pelaku terhadap korban.


Pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Pihaknya menekankan agar masyarakat tidak terprovokasi.

"Kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terungkap motifnya," kata Reza.
 


Next article Next Post
Previous article Previous Post