Selasa, 24 April 2018

Alamak, Gara-gara Ini!! Anggota DPRD Polisikan Gubernur Aceh

Loading...
Bruniq.com Aceh - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh) Abdullah Saleh melaporkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ke polisi. Abdullah menilai status Facebook yang ditulis Irwandi telah mencemarkan nama baiknya dan keluarga. 


"Sudah saya laporkan ke Polda Aceh pada Jumat 20 April. Saya melaporkan Irwandi Yusuf karena sudah mencemarkan nama baik saya dan keluarga," kata Abdullah dalam konferensi pers di media center DPRA, Selasa (24/4/2018). 


Dalam postingannya, Irwandi juga menge-tage nama Abdullah Saleh pada awal statusnya. Postingan tersebut selanjutnya dikomentari oleh netizen dan sudah disukai sebanyak 2,4 ribu kali. Isi status tersebut yaitu:

Laporan terkait dugaan pencemaran nama baik itu bernomor LI/28/IV/Res 2.5/201/ Subdit II Tipid PPUC/ Ditreskrimsus. Dalam surat keterangan bukti laporan informasi, dijelaskan secara detail status yang ditulis Irwandi pada 11 April lalu. 


Abdullah Saleh Sh dalam status dan komentarnya selalu ngomong masalah PSK online yang baru2 ini digulung oleh kepolisian dan menyalahkan kepolisian serta eksekutif karena melepaskan PSK namun tetap memproses hukum germonya. Kita apresiasi kepedulian Abdullah Saleh thd pelaksanaan hukum di Aceh.

Kita berharap juga akan ada proses hukum terhadap, misalnya, seorang mahasiswa asal Aceh anak agt DPRA yg kuliah di Univ AL-Azhar Mesir yg menghamili seorang TKW lalu kemudian dinikahkan dan diusir dari Mesir. Kasus ini cukup barang buktinya yaitu seorang anak, tapi pelaku zina tsb tidak dihukum juga. Barangkali alasannya karena tempat kejadian perkara atau locus delictie nya diluar Aceh, ya?!

Menurut Abdullah, anak pertamanya kuliah di Mesir sekitar enam tahun lalu. Dia merasa postingan tersebut ditujukan untuk dirinya karena pada awal status, Irwandi meng-tage namanya. Dirinya membaca status tersebut sehari setelahnya yaitu 12 April lalu. 

"Kenapa saya beraksi karena pertama posting itu di-tage nama saya diawal dan mengapresiasi ke saya," jelas Abdullah. 

"Saya tidak tahu anak saya ada kejadian seperti itu. Saya juga tidak tanya kepada anak saya biar nggak jadi beban. Kalau ada silakan didakwakan, silakan dibuktikan. Dalam hal fitnah atau pencemaran nama baik itu ada atau tidak ada, mempublikasikan buruk seseorang itu termasuk pencemaran nama baik dan fitnah. Terlepas ada atau tidak ada (kejadian)," ungkap Abdullah. 

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post