Senin, 26 Maret 2018

Woww!! Ini alasan pembahasan Cawapres Jokowi dilakukan usai Pilkada 2018

Bruniq.com  - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi, membenarkan calon wakil presiden untuk Joko Widodo atau Jokowi akan dibahas seusai Pilkada. Alasannya, agar tidak ada saling berbenturan membahas Cawapres dengan urusan Pilkada.
    "Karena kita tidak ingin agenda pada Pilkada ini, beberapa partai koalisi ini berbeda pandangan, berbeda koalisi, itu mengganggu pembicaraan tentang Wapres ke depan. Biarlah itu kita bahas setelah Pilkada selesai," katanya di kantor DPP PPP, usai bertemu dengan PDIP, Jakarta, Senin (26/3).
    Dia mengungkapkan, waktunya untuk melakukan pembahasan juga cukup panjang. Sehingga masih cukup relevan untuk membicarakannya seusai Pilkada.
    "Toh waktunya masih panjang, sampai nanti bulan Agustus mendatang. Jarak Pilkada dengan pendaftaran Wapres kan masih 1 setengah bulan. Jadi masih sangat panjang," ungkap Romi.
    Romi mengutarakan, tim bersama yang akan dibentuk nanti, bukan hanya membicarakan Cawapres untuk Jokowi semata. "Tentu bukan hanya membahas tentang Cawapres. Karena kita bicara tentang kepentingan bangsa yang lebih luas. Dan kita bicara banyak hal. Yang paling penting agenda ini tidak mengganggu rakyat," tuturnya.
    Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sepakat dengan pernyataan Romi. Bahwa pembahasan Cawapres baru dimulai dibicarakan bersama usai Pilkada.
    "Jawabannya idem. Kan koalisi satu hati," tuturnya.
    Dia menerangkan, partai koalisi pendukung Jokowi sepakat untuk kerja bersama demi pemenangan pemilu ke depan. Salah satunya selalu mensosialisasikan kebijakan Jokowi.
    "Kami sepakat bersama partai lain untuk menjabarkan dukungan politik itu dalam kerangka kerja bersama untuk pemenangan pemilu ke depan. Dengan bergerak ke bawah, dengan tetap menghormati kedaulatan tiap partai, dalam bergerak untuk mensosialisasikan seluruh kebijakan Jokowi," pungkas Hasto.



    Next article Next Post
    Previous article Previous Post