Kamis, 29 Maret 2018

Wah... Semakin Menjadi Jadi Nih PAN, Amin Rais Tuding Jokowi Bohong, PAN Mengaku Gunakan Data Megawati Institute


Bruniq.com -   Polemik sertifikasi tanah kian panas. Hal itu menyusul ungkapan pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais yang menuding Jokowi "ngibuli' soal bagi-bagi setifikat tanah kepada masyarakat.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menyebut, menggunakan data dari Megawati Institute soal ketimpangan kepemilikan lahan di Indonesia. Dia juga menyebut, berdasarkan data itu ketimpangan kepemilikan lahan di Indonesia tinggi.

"Ini hasil riset oligarki ekonomi diterbitkan Megawati Institute. Salah satunya itu ada rasio lahan di Indonesia. Jadi di situ disebutkan pada tahun 1973 berdasarkan sensus, rasio gini lahan itu 0,55, tahun 1983 0,5, tahun 1993 itu 0,64, tahun 2003 0,72, tahun 2013 masih dibintangi waktu itu, 0,68," kata Dradjad kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya data riset Megawati Institute itu diperoleh dari sensus tiap 10 tahun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Lewat data tersebut, Dradjad menyatakan ketimpangan kepemilikan lahan di Indonesia paling tinggi terjadi pada tahun 2003.

"Rasio gini semakin tinggi itu semakin timpang. Skalanya 0 sampai 1. Jadi antara 0 sampai 1. Kalau 0 itu tidak timpang, perfect equality. Artinya orang mempunyai lahan yang sama. Ketika makin tinggi maka dia makin jelek," papar Dradjad.

Masih kata Drajad, berdasarkan data itu, maka ketimpangan kepemilikan lahan di Indonesia lebih parah dibanding ketimpangan pendapatan. Ia menyebut angka ketimpangan pendapatan di Indonesia berkisar di 0,4 pada zaman SBY namun turun sedikit belakangan ini.

"Rasio gini untuk pendapatan itu sekitar 0,4 pada zaman pak SBY sekarang agak turun sedikit. Artinya ketimpangan penguasaan lahan jauh lebih jelek," ujarnya mengutip data dari Megawati Institute.


Next article Next Post
Previous article Previous Post