Jumat, 09 Maret 2018

Wah!! PAN yang Dulu Undang Jokowi di Rakernas, Kini Tidak Lagi

Bruniq.com Jakarta - Rapat kerja nasional (rakernas) merupakan salah satu agenda partai politik, termasuk Partai Amanat Nasional (PAN). Dulu PAN pernah mengundang Presiden Jokowi di acara ini, hanya sekali.

"Nggak (diundang). Ini acara internal kita nggak akan undang pihak luar, dalam artian kita tahu orang semuanya pada sibuk, jadi ini kita jadikan agenda internal kita saja supaya yang bisa kita fokuskan tentu adalah kehadiran kader-kader dan agenda yang akan dibahas pada rakernas dan rapimnas tersebut," kata Sekjen PAN Eddy Soeparno di SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2018).


Lokasi Rakernas PAN mendatang ada kemungkinan di Jakarta. Namun mengenai tanggalnya belum ditentukan.



PAN pernah mengundang Jokowi dalam acara Rakernas pada 2015. Ketika itu Ketum PAN Zulkifli Hasan mengumumkan daftar pengurus partai berlambang matahari tersebut.

Rakernas PAN waktu itu digelar di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2015). Hadir pula Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Padahal waktu itu masih kental rivalitas antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung pemerintah dan Koalisi Merah Putih (KMP) sebagai oposisi.

Saat itu, Jokowi diberi panggung untuk berpidato. Dia juga sempat cipika-cipiki dengan Prabowo--eks rivalnya di Pilpres 2014--sebelum berpidato.

Rakernas PAN tahun 2015 yang dihadiri oleh Presiden Jokowi.Rakernas PAN tahun 2015 yang dihadiri oleh Presiden Jokowi. (Agung Pambudhy/detikcom)


"Kenapa saya hampiri Pak Aburizal Bakrie, Pak Anis Matta, dan seterusnya. Pada malam hari ini saya sangat bahagia karena yang namanya Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat semuanya hadir bersama di dalam Rakernas PAN dan pelantikan pengurus PAN 2015-2020," kata Jokowi disambut tepuk tangan para hadiri dan senyum para elite KMP dan KIH yang hadir.

Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais tak hadir dalam pembukaan yang dihadiri Jokowi tersebut. Tetapi, setelah Jokowi meninggalkan lokasi, Amien baru datang dan langsung duduk di sebelah Ketum PAN Zulkifli Hasan.

PAN akhirnya bergabung dengan koalisi pendukung pemerintah pada akhir 2015. Zulkifli diantar oleh Ketum Hanura saat itu, Wiranto, ke Istana Merdeka untuk bertemu Presiden Jokowi. Wiranto kala itu belum menjadi Menko Polhukam.

Partai tersebut kembali menggelar rakernas pada 29 Mei 2016. Namun Presiden Jokowi tak hadir dan diwakilkan oleh Menko Polhukam waktu itu, Luhut Binsar Panjaitan, yang membacakan pidato dari Jokowi.

"Begini, rapat yang bersifat tahunan itu tidak harus dihadiri oleh presiden. Tetapi kalau munas, kongres yang lima tahunan memang seyogianya presiden hadir," ucap Seskab Pramono Anung di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (30/5/2016).

PAN resmi punya kursi di kabinet pada reshuffle jilid II, 27 Juli 2016. Adalah Asman Abnur, kader PAN, yang kini menjadi MenPAN-RB.

Meski sudah bergabung dengan kabinet sejak 2016, PAN tak mengundang Jokowi di Rakernas 2017. Ketua Pelaksana Rakernas PAN saat itu, Yandri Susanto, menyebut acara tersebut bersifat internal.

"Untuk rakernas, kita pastikan nggak akan undang presiden, wapres, dan ketua umum partai lainnya. Karena menurut kami, ini adalah acara sangat internal," ujar Yandri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Rakernas kemudian berlangsung di Bandung, Jawa Barat, 21-23 Agustus 2017, tanpa kehadiran Jokowi.

Posisi PAN saat ini merupakan bagian dari partai pendukung pemerintah, di mana salah satu kadernya berdiri di jajaran Kabinet Kerja pimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla. Namun, dalam beberapa kebijakan pemerintah terkait regulasi, PAN berseberangan dengan pemerintah dan partai koalisi pemerintah. Contohnya pada saat pengesahan perppu tentang organisasi kemasyarakatan. 

Sementara itu, muncul spekulasi bahwa PAN akan bergabung di poros ketiga dalam Pilpres 2019, yang berarti akan menjadi salah satu penantang Jokowi. Meski begitu, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengakui cukup sulit membentuk poros baru.

"Secara matematis, poros ketiga mungkin, tapi kan saya katakan tidak mudah," kata Zulkifli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Selain itu, mantan Ketum PAN yang kini menjadi Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais, memastikan akan ada poros ketiga. Amien memastikan PAN tak mendukung Jokowi, yang saat ini menjadi Presiden RI.

"Yang jelas, saya sudah ketemu pimpinan PAN, tidak mungkin mendukung yang ada sekarang ini, supaya timbul kompetisi," ujar Amien setelah menghadiri acara 'Silaturahmi Tokoh Nasional Menuju Pilpres 2019' di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (8/3). 
Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post