Senin, 05 Maret 2018

Wah!! PAN kirim sinyal tak dukung Jokowi di Pilpres 2019. Ini Alasanya...

Bruniq.com- Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) mengirim sinyal partainya kemungkinan tidak akan merapat dan memberi dukungan pada Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019. Alasannya, PAN tidak ingin Jokowi menjadi calon tunggal di Pilpres.
    "Kecenderungan kuat kita insya Allah di luar pak Jokowi, kecenderungan kuat ya. Karena tadi, kita juga tidak mau calon tunggal. Kalau semua bergabung ke pak Jokowi ya bisa calon tinggal," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/3).
    PAN sebenarnya tidak masalah dengan Jokowi, PDIP atau partai pendukung lainnya. Hanya saja, PAN mengakui jika bergabung mendukung Jokowi akan membuatnya menjadi calon tunggal.
    Partai berlambang matahari terbit ini menginginkan ada calon alternatif di Pilpres 2019. Namun, keputusan mendukung calon presiden akan diputuskan melalui forum rakernas dan rapimnas.
    "Nah sampai hari ini kecenderungan kuat itu di atas 80 persen. Kita ingin hadirkan calon alternatif. Bukan karena benci Pak Jokowi, kalau calon tunggal malah enggak elok," tegas dia.
    Dia menambahkan, sejauh ini PAN masih melakukan penjajakan koalisi dengan Gerindra. PAN dan Gerindra saja sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan Presiden 20 persen. Nama yang kemungkinan akan didukung adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
    "PAN sama Gerindra saja sudah cukup. Lebih malah, 9 kursi lebihnya. Artinya kami mau dengan Gerindra saja bisa juga, yang lain buat poros baru, atau nanti dengan Gerindra siapa yang lain dengan poros baru," ujar dia.
    "Nah ini masih dalam penjajakan, komunikasi yang intensif karena memang waktunya terbatas 4 Agustus sudah perlu mendaftar," sambungnya.
    Selain itu, Wakil Ketua Komisi II ini tidak menutup kemungkinan melahirkan poros baru di luar pendukung Jokowi dan Prabowo. PAN masih menimbang akan bergabung dengan Gerindra atau membuat poros baru. Poros baru bisa dibentuk dari komposisi tiga partai yang belum menentukan arah dukungan politik. Yaitu PKB, Demokrat dan PKS.
    Dengan demikian, ketiga poros itu diantaranya poros pendukung Prabowo yang diisi oleh Gerindra dan PAN. Kemudian, poros pendukung Jokowi yang diisi PDIP, Golkar, NasDem, Hanura dan PPP. Serta poros PKB, PKS dan Demokrat.
    "Nah hari ini belum ada yang terjawab. Tapi kalau PAN Insya Allah bisa membangun poros baru atau PAN dan Gerindra seperti saya biang tadi, sudah cukup," tuturnya.
    Yandri menambahkan, ada sejumlah sosok alternatif di luar Jokowi dan Prabowo yang layak dipertimbangkan menjadi capres. Mereka adalah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
    "Banyak sih, kan ada Pak Gatot, Anies, Muhaimin, Bang Zul, AHY. Tinggal formatnya gimana nanti," tambah Yandri.
    Disarankan ...

    Loading...

    Next article Next Post
    Previous article Previous Post