Sabtu, 24 Maret 2018

Sebagai Mantan Istri Prabowo, Titiek Soeharto Beri Komentar Tak Terduga Soal Pencalonan Prabowo

Loading...
Loading...


Bruniq.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto hingga kini belum mengumumkan apakah dirinya mencalonkan sebagai presiden dalam Pilpres 2019 mendatang.

Meski begitu, muncul dukungan dari sejumlah pihak. Mereka mendorong Prabowo untuk kembali melawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti Pilpres 2014 silam.

Sementara Jokowi telah diusung dan mendapat dukungan dari sejumlah partai untuk maju sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres 2019. Sebut saja Partai NasDem, Hanura, Golkar, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan, Perindo, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Terkait hal ini muncul pertanyaan siapa yang akan didukug oleh Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto. Pasalnya, saat ini Titiek diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar. Namun, ia juga pernah menjadi istri Prabowo.

Menjawab pertanyaan tersebut, putri mantan Presiden Soeharto ini menyebut bahwa dirinya akan mengikuti apa keputusan partainya. Jika Golkar telah resmi memberikan dukungan pada Jokowi, maka ia akan mendukung Jokowi.

“Saya apa partainya, saya ikut partai, saya kan petugas partai. apapun partainya ke mana saya ikut kemana,” tutur Titiek dalam Rakernas Golkar, Kamis (22/3/2018) malam, dikutip dari tribunnews.com.

Sementara itu, ketika ditanya apakah dirinya akan mendukung Prabowo seperti pada Pemilu 2014 lalu, Titiek hanya melempar senyum.

Ia malah menanyakan kepastian Prabowo untuk mencalonkan diri. “Memang pak Prabowo maju?” ujarnya.

Titiek juga membantah ketika ditanya kemungkinan dirinya mendukung pasangan capres dan cawapres yang menjadi lawan pasangan yang diusung Golkar.

“Hahaha kamu jangan menjebak,” jawabnya santai.

Seperti diketahui, pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Titiek lebih mendukung pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Padahal, kala itu Partai Golkar mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post