Senin, 05 Maret 2018

Pola Kerja ‘Muslim Cyber Army’ Mirip Kelompok Radikal di Timur Tengah

Bruniq.com– Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan pola kerja kelompok penebar hoax Muslim Cyber Army (MCA) seperti pola kerja kelompok radikal. Pola propaganda lewat media sosial biasa digunakan kelompok radikal di Timur Tengah.

Pensiunan jenderal bintang dua itu menjelaskan, pola kelompok radikal di Timur Tengah menggunakan media sosial sebagai media propaganda untuk menyerang lawan politik dengan kedok agama. Pola yang persis dilakukan kelompok MCA.

“Timteng itu sampai perang saudara faktor utamanya adalah penggunaan medsos, sebarkan hoax. Yang paling sensitif bersinggungan dengan agama. Ini adalah polanya kelompok radikal yang sekarang sedang kita tangani ini sejalan,” kata Ansyaad di acara Prime Time News Metro TV, Sabtu 3 Maret 2018.

Ansyaad pun meminta jaringan kelompok seperti MCA segera diputus. Dimulai dari mengungkap penyandang dana dan aktor di balik kelompok ini. Bila terus dibiarkan, maka bisa jadi kondisi di tanah air akan didera perang saudara seperti di Timur Tengah.
“Ya ini yang harus segera diputus jangan sampai meningkat jadi seperti di Timteng,” ujar dia.

Sebelumnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo juga meminta kepolisian mengusut tuntas jaringan MCA yang selama ini disinyalir aktif menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks di media sosial. Dia juga mendesak Polri untuk menangkap pelaku yang terlibat dalam jaringan MCA di luar negeri.

“Terutama tim inti yang merupakan konseptor atau pelaku utama kelompok MCA, baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri mengingat isu tersebut meresahkan masyarakat,” ujar legislator yang kerap disapa Bamsoet itu, Kamis (1/3).

Selain itu dia juga meminta Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Polri mengungkap, jika ada, pihak-pihak yang menjadi donatur ataupun pengguna jasa MCA.

“Harus ada penyelidikan secara mendalam dan mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain yang membiayai ataupun memesan untuk menyebarkan hoaks melalui kelompok MCA, serta mengidentifikasi kemungkinan adanya kelompok penyebar hoaks lain yang beraksi di media sosial,” tegas politikus Golkar ini.
Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post