Jumat, 30 Maret 2018

Ketika Jokowi Pilih Naik Truk saat Jajal Tol Ruas Ngawi-Kertosono


Bruniq.com -  Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan tol ruas Ngawi-Kertosono untuk Seksi 1 hingga Seksi 3. Ruas itu bermula dari Ngawi hingga Wilangan sepanjang 49,51 kilometer.

Jokowi berharap, dengan rampungnya bagian ruas tol ini, bisa semakin mengurangi ketertinggalan infrastruktur Indonesia dari negara lain. Sebab, Indonesia dinilai sudah terlalu jauh tertinggal. Padahal dulu pembangunan di Tanah Air dijadikan contoh oleh negara lain.

"Sering saya jadikan contoh, tahun 1977 waktu kita membangun tol Jagorawi, semua negara melihat kita. Malaysia menengok Jagorawi seperti apa. Vietnam melihat kita. Filipina melihat kita. Tiongkok melihat kita," ujarnya seperti dilansir keterangan tertulis dari Biro Pers Sekretaris Presiden, Kamis, 29 Maret 2018.

Namun, kata Jokowi, selama 40 tahun setelahnya, Indonesia hanya mampu membangun jalan sepanjang 780 kilometer. Sementara Tiongkok yang dahulu mencontoh Indonesia, kata dia, mampu memiliki 280 ribu kilometer jalan. "Betapa kita sangat ditinggal jauh. Inilah yang ingin kita kejar secara cepat," tuturnya.

Jokowi mengatakan negara yang lamban pasti akan ditinggal negara lain. Investasi infrastruktur menjadi salah satu fondasi penting yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia.

Untuk itu, dia menargetkan Pelabuhan Merak sudah terhubungan hingga Pasuruan di akhir 2018. Setahun setelahnya, pembangunan tol dilanjutkan hingga mampu mencapai Banyuwangi.

Jokowi juga meminta jalan tol ini diintegrasikan dengan pelabuhan, bandar udara, dan kawasan ekonomi khusus. "Semua tersambung sehingga mobilitas barang betul-betul kita tekan semua. Dengan itulah kita bisa bersaing," ujarnya.

Setelah peresmian, Jokowi menjajal sendiri jalan tol yang baru dibangun itu. Ia memilih menaiki truk logistik berwarna kuning. Duduk di samping supir, Jokowi mengamati kondisi di sekitar jalan tol.


Next article Next Post
Previous article Previous Post