Sabtu, 31 Maret 2018

GEMPAR!! Polisi Temukan Sabu dan Air Gun di Kediaman Arseto Suryoadji

Bruniq.com Jakarta - Polisi telah menangkap tersangka ujaran kebencian Arseto Suryoadji, termasuk menggeledah apartemen dan mobilnya. Usai dilakukan penyelidikan, yang bersangkutan terjerat dalam tiga kasus yakni, kasus dugaan ujaran kebencian mengandung unsur SARA, penyalahgunaan narkotika dan kepemilikan senjata air gun.
"Iya benar ada tiga kasus yang menjeratnya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (31/3).
Dikatakan, pertama kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA. Arseto dilaporkan karena membuat tulisan di media sosial berisi tentang kegiatan Paskah di Monas.
"Ia mengatakan orang yang menolak kegiatan di Monas, Marxisme dan komunis. Padahal gereja-gereja yang lain, tidak menolak. Adanya tulisan itu menimbulkan keresahan di masyarakat sehingga ada laporan, kemudian yang bersangkutan ditangkap," ungkapnya.
Ia menyampaikan, kasus kedua berkaitan dengan narkotika. Pada saat melakukan penggeledahan di apartemennya, polisi menemukan beberapa barang bukti seperti alat hisap sabu atau bong, plastik klip, korek api, dan satu kotak berisi sekitar 0,2 gram sabu-sabu.
"Ada juga timbangan, ada juga alat untuk mengisap buatan sendiri dan kertas alumunium foil. Ini kita temukan di apartemen di Tamansari, setelah kita lakukan penggeledahan," katanya.
Argo menambahkan, kasus terakhir adalah kepemilikan senjata air gundan beberapa amunisi.
"Ketika geledah mobil, kita menemukan senjata (air gun dan senapan angin). Tidak ada izinnya. Kita kenakan Undang-undang Darurat Nomor 1 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun. Makanya yang bersangkutan kita lakukan penahanan," tandasnya.
Sebelumnya, penyidik Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya, menangkap Arseto Suryoadji terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA, di Kantor Dipidsiber Bareskrim, Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/3) kemarin.
Penyidik menangkap Arseto berdasarkan laporan terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur SARA dengan nomor laporan polisi LP/1646/III/2018/PMJ/Ditreskrimsus, tertanggal 26 Maret 2018 kemarin.
Ia diduga melanggar tindak pidana menyebarluaskan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 156 KUHP.
Sementara itu, Arseto juga sempat dilaporkan Jokowi Mania Nusantara (Joman), kelompok pendukung Presiden Joko Widodo terkait kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik, ke Mapolda Metro Jaya. Dia dilaporkan karena telah menggunggah sebuah rekaman video yang menyebut pendukung Jokowi telah menjual undangan resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution sebesar Rp 25 juta, di Instagram.


Next article Next Post
Previous article Previous Post