Kamis, 29 Maret 2018

Dua Kriteria Cawapres Ideal 2019 Menurut JK. Siapa Orangnya?

Bruniq.com Jakarta - Wakil Presiden yang juga politikus Partai Golongan Karya Jusuf Kalla mengatakan saat ini tak perlu mencari figur Cawapres. Pasalnya menurut dia banyak yang mau dan mengajukan diri. Namun ada dua kriteria ideal sebagai calon wakil presiden menurut JK. 

Kepada Tim Blak-blakan detikcom, JK menyebut dua kriteria itu adalah: Elektabilitas dan Kapabilitas. Seorang cawapres harus bisa mendongkrat elektabilitas calon presiden yang akan dia dampingi. Misalnya, jika capresnya saat ini memiliki elektabilitas 40 persen, maka figur cawapres harus bisa mendongkrak menjadi 60 persen. 

"Itulah makannya selalu saya katakan Capres dan Cawapres harus beda, Jawa luar Jawa, supaya elektabilitas naik,' kata Wapres JK saat Blak-blakan yang tayang di detikcom, Kamis (29/3/2018). 

Kriteria kedua yakni wapres harus membantu presiden. Sehingga kata JK seorang cawapres harus memiliki kemampuan yang sama dengan capres. "Jangan lupa Wapres itu akan menggantikan Presiden jika Presiden berhalangan. Jadi katakanlah harus memiliki kemampuan yang sama (dengan presiden) karena kalau terjadi apa-apa bagaimana," kata JK. 

JK mencontohkan, pada 1998 Habibie yang ketika itu menjabat Wakil Presiden harus menggantikan Soeharto yang mundur dari kursi Presiden. Begitu juga Megawati Soekarnoputri tahun 2001 naik dari Wapres menjadi Presiden setelah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mundur. 

Terkait pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor pada Minggu (26/3/2018), JK menilai itu sebagai hal yang biasa. Jokowi yang kini adalah Capres yang diusung delapan partai politik memang kerap mengundang ketum parpol. Seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Romahurmuziy (Romi), Ketum NasDem Surya Paloh dan lain sebagainya. 

Apalagi, kata JK, Golkar sebagai partai pemenang kedua pemilu 2014 setelah PDIP tentu wajar jika ingin menempatkan kadernya sebagai cawapres untuk Jokowi. Ada sejumlah nama yang santer disebut berpeluang mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. 

Mereka antara lain: Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Romahurmuziy (Romi), dan Puan Maharani. Bagaimana pandangan JK soal sosok-sosok tersebut?

"Itu menurut saya sulit menilai sekarang ini, pemilihan itu masih setahun lagi meski Agustus nanti sudah mulai mendaftar," kata JK. 


Next article Next Post
Previous article Previous Post