Rabu, 28 Maret 2018

Cerita Menegangkan Dan Rejeki Bak Durian Runtuh di Balik "Sneaker" Asli Bandung yang Dibeli Jokowi

Loading...
Loading...

Bruniq.com - Masih ingat dengan sepatu seharga Rp 380.000 di pameran sepatu Jakarta Sneaker Day di The Hall, Senayan City, Jakarta, 3 Maret lalu, yang dibeli Jokowi?

Saat itu, dengan bangga Jokowi memamerkan sneaker yang baru saja dibelinya.

“Ini dari daerah Bandung, bagus banget,” ujarnya saat itu.

Sejak itu, bak ketiban durian runtuh, merek sepatu kasual asal Kota Bandung, Saint Barkley, tiba-tiba menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Sneaker yang dibeli Jokowi itu adalah salah satu artikel sepatu Saint Barkley yang diberi nama Coatbridge Dark Green.

“Alhamdulillah nama Saint Barkley bisa dapat promosi gratislah dari Bapak Presiden. Ya, mungkin memang rezekinya ke Saint Barkley yang ditunjuk sama Pak Jokowi. Sebenernya bisa siapa saja, sih,” kata Ami Muhammad, salah satu ownerSaint Barkley saat ditemui Kompas.com di Jalan Terusan Jakarta, Antapani, Kota Bandung, Selasa (21/3/2018).

Ami menuturkan kejadian menegangkan tetapi lucu sebelum momen langka itu.

Menurut Ami, saat diajak ikut menjadi salah satu tenant di Jakarta Sneaker Day, Saint Barkley sebenarnya sedang masuk masa produksi. Stok pun sedang kosong, hanya ada stok display.

Namun, bermodal nekat, Saint Barkley akhirnya tetap ikut menjadi salah satu pengisi stan Jakarta Sneaker Day. Lantaran tidak punya stok, saat itu, Saint Barkley hanya memiliki target memperkenalkan merek Saint Barkley kepada pengunjung.

“Ya sudah, branding saja. Akhirnya cuma bawa lima pasang sepatu buat displaysaja. Enggak bawa stok. Bikin kartu nama stiker, bagi-bagi gitu aja,” katanya.

Setelah satu hari tanpa penjualan, Saint Barkley yang menjadi satu-satunya produk asli Indonesia di gelaran tersebut tetap berjuang mempromosikan sepatu buatan mereka kepada khalayak di tengah-tengah dominasi merek sepatu luar negeri, seperti Adidas, Nike, dan New Balance.

Ukuran 42

Bak disambar petir, pada hari kedua, panitia Jakarta Sneaker Day menghampiri Ami dan rekannya yang saat itu tengah menjaga stan Saint Barkley dan mengatakan bahwa Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko akan membeli sepatu merek asli dalam negeri di acara tersebut.

Singkat cerita, Ami dan rekannya terpaksa balik ke Bandung untuk mengambil stok sepatu display ukuran 41 yang ingin dibeli Moeldoko. Untungnya masih ada, kata Ami.

“Aman eta mah, langsung diduitan(dibayar),” ujar Ami.

Belum selesai deg-degan, kabar lain datang lagi. Moeldoko, melalui panitia Jakarta Sneaker Day, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan datang ke eventtersebut dan membeli sepatu lokal sebagai bentuk dukungan terhadap produk asli Indonesia.

Lantaran hanya satu-satunya merek lokal yang bergabung dalam acara itu, Saint Barkley mau tidak mau harus menyediakan sepatu nomor 42 sesuai ukuran kaki Presiden Jokowi.

“Waduh, kami kebingungan. Size 42 kebetulan habis semua. Kalau orang biasa sih, ya, biasa saja, tetapi ini Presiden,” ucapnya.

Ami putar otak sambil berdoa tidak mau kehilangan momen langka tersebut. Tiba-tiba mereka teringat, Saint Barkley memiliki sisa stok sepatu ukuran 42 yang dititip jual di salah satu distro di Jakarta. Semua artikel sneaker berukuran 42 di toko tersebut langsung diboyong ke Jakarta Sneaker Day.

“Pokoknya mah waktu itu deg-degan banget. Soalnya Presiden katanya mau datang pukul 13.00, sementara itu sudah pukul 11.30. Untung Go-Jeknya datang cepat,” ungkap Ami.

Skenario berantakan

Setelah sepatu datang, panitia Jakarta Sneaker Day langsung melakukan briefinguntuk mempersiapkan kedatangan Presiden di ruang VVIP.

Sneaker Saint Barkley yang akan dipilih dan dibeli Presiden Jokowi pun sudah disiapkan. Skenarionya, Presiden Jokowi saat datang ke stan Saint Barkley sudah menggunakan sepatu Saint Barkley dan tinggal menunjukkan ke wartawan.

Namun, skenario berubah. Presiden Jokowi baru tiba di lokasi sekitar pukul 15.00. Presiden pun ternyata masih keliling The Hall Senayan City tanpa terlebih dahulu masuk ke ruang VVIP tempat sepatu ukuran 42 yang akan dibeli Presiden Jokowi sudah disiapkan.

Begitu Presiden tiba di stan Saint Barkley, Ami gelagapan. Pasalnya, hanya ada sepatu display yang tidak punya ukuran lain, masing-masing hanya satu ukuran.

“Pas Pak Jokowi datang ke stan itu sudah susah enggak bisa ke mana-mana. Sementara sepatu 42-nya kan di VVIP. Ngobrol-ngobrol sama Pak Jokowi sudah enggak fokus. Pokoknya harus foto, harus foto,” ujarnya.

Ami sempat gelagapan lantaran pada saat itu Presiden Jokowi menunjuk beberapa sepatu yang memang benar-benar tidak ada stok ukuran 42.

Setelah hampir dua menit berada di stan Saint Barkley, Jokowi pun memesan satu pasang sepatu nomor 42. Ami yang grogi langsung mengiyakan keinginan Presiden Jokowi.

“Pak Jokowi nunjuk-nya yang artikel Coatbridge Dark, hitam semua. Kami punyanya yang Coatbridge Dark Green, ada hijaunya,” kata Ami.

Untungnya, lanjut Ami, Presiden Jokowi tidak mempermasalahkan warnanya. Menurut Staf Kepresidenan, Presiden Jokowi hanya ingin membangkitan industri kreatif anak muda Indonesia dengan cara menggunakan produk-produk lokal dalam negeri.

Ami pun lega sekaligus bangga, Presiden mendukung penuh karya anak dalam negeri.

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post