Jumat, 09 Maret 2018

Astagah!! Retas Seribu Akun, Produsen Hoax Sebar Ujaran Kebencian

Bruniq.com- Polisi kembali membekuk produsen ujaran kebencian dan hoax yang sangat meresahkan. Selain menyerang banyak tokoh, pelaku berinisial KB itu diduga telah meretas seribu akun Facebook milik orang lain dan membuat puluhan situs abal-abal.
Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Mabes Polri Kombespol Irwan Anwar menjelaskan, KB ditangkap pada Rabu malam pukul 23.00 di Cakung, Jakarta Timur. Penyebar hoax itu merupakan lulusan jurusan teknik informatika. "Dia memang sengaja memproduksi hoax dan ujaran kebencian," tuturnya.
Cara kerja KB cukup unik. Dia membuat puluhan situs yang namanya mirip dengan nama media mainstream. Misalnya detiik.blogspot.com dan Tempoo.blogspot.com. "Situs ini untuk memuat berbagai konten yang telah dibuatnya," paparnya.
Bahkan, ada lebih dari seribu akun Facebook yang diretas KB. Akun-akun itu digunakan untuk mendistribusikan ujaran kebencian yang telah dimuat di situs abal-abal buatannya sendiri. "Dia menggunakan kemampuan yang didapatkan dari bangku kuliah untuk melakukan semua itu," terangnya.
Tak terhitung jumlah ujaran kebencian yang dibuat KB. Sasarannya juga terbilang tak pandang bulu. Mulai Habib Rizieq Shihab, Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, hingga KH Said Aqil Siroj. "Ujaran kebencian juga menyerang agama. Saya tidak perlu sebutkan karena terlalu sensitif," terangnya di Kantor Dittipid Siber Bareskrim di Cideng, Tanah Abang, Jakarta.
Dalam pemeriksaan, KB mengaku bahwa apa yang dilakukannya itu karena sakit hati. Dia merasa agamanya telah disudutkan. "Dia telah beroperasi selama setahun lebih," ungkapnya.
Apa profesi pelaku? Irwan menjelaskan, sehari-hari KB sebenarnya adalah penjaga warnet. Namun, karena keahliannya di bidang teknologi informasi, dia mendapat banyak uang dari internet. "Sisa uang di rekeningnya masih ada USD 900 atau sekitar Rp 12 juta," paparnya.
KB mendapatkan penghasilan dari pembayaran Google AdSense sebagai imbalan atas pemuatan iklan di banyak situs atau blog bikinannya. Namun, ada dugaan bahwa dia juga mendapatkan uang dari pemesan ujaran kebencian. "Kalau untuk pemesannya, saya masih mendalami," ujarnya.
Saat ditanya dari mana uang itu, KB mengaku hanya berasal dari iklan. "Sehari hanya 1 atau 2 dolar," paparnya menunduk sembari menolak pertanyaan lainnya.
Irwan menambahkan, dengan kasus KB itu, semua orang bisa belajar untuk lebih hati-hati dalam menjaga akun. Salah satunya dengan membuat password yang lebih sulit. "Jangan nama dan tanggal lahir," katanya. 


Next article Next Post
Previous article Previous Post