Senin, 05 Maret 2018

Astagah!! Polri sebut MCA ingin buat opini pemerintah gagal kelola negara


Bruniq.com - Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri telah menangkap tujuh orang dibalik pembuat atau penyebaran berita bohong di media sosial. Mereka kebanyakan tergabung dalam group Muslim Cyber Army (MCA), yang ditangkap dalam waktu berbeda.

    Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nusantara, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan motif mereka melakukan perbuatan tersebut adalah politik. Hal itu ia sampaikan karena saat ini di Indonesia sedang memasuki tahun politik hingga 2019 mendatang.
    "Dari penelusuran kami, pendalaman peristiwa yang terjadi baik di media sosial, kita lihat motifnya lebih besar pada motif politik. Apalagi sekarang tahun politik," katanya di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (5/3).
    Dia mengungkapkan, mereka melakukan hal tersebut karena ingin menimbulkan atau membuat keresahan terhadap para tokoh agama.
    "Dengan adanya hal ini akan muncul konflik sosial yang ganggu persatuan bangsa," ujarnya.
    Tujuan dari membuat isi konflik sosial, Gatot menjelaskan, mereka ingin memecah belah bangsa. Mereka menyebarkan informasi bohong agar masyarakat menilai jika pemerintah saat ini tak mampu mengelola negara.
    "Tentunya pemerintah dianggap enggak mampu kelola bangsa dan akan degradasi pemerintah sekarang," tandasnya.
    Seperti diketahui, Dittipid Siber Bareskrim Polri menangkap tujuh orang pelaku ujaran kebencian dan membuat berita bohong yakni Rizki Surya Dharma (35), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (24), Ronny sutrisno (40) dan Tara Arsih Wijayani (40), Bobby Gustiono. Tujuh orang tersebut tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA).
    MCA sendiri ternyata mempunyai empat kelompok jaringan yang mempunyai kerja masing-masing kelompok tersebut. Pertama, kelompok The Family MCA yang mempunyai sembilan orang admin dalam group tersebut bertugas untuk merencanakan dan mempengaruhi member lain.
    Yang kedua yaitu kelompok Cyber Moeslim Defeat Army yang memiliki 145 member, dalam kelompok tersebut bertugas untuk melakukan setting isu hoax yang akan diviralkan. Selanjutnya yaitu Kelompok Snipper yang mempunyai 177 member dalam kelompok itu bertugas untuk menyerang seseorang atau kelompok yang diduga lawan MCA. Dan yang terakhir yaitu MCA United yang merupakan grup terbuka bagi siapa yang memiliki visi-misi MCA.


    Next article Next Post
    Previous article Previous Post