Senin, 19 Februari 2018

GEMPAR!! Anti Rizieq Shihab, Selalu Bela Ahok dan Jokowi, Tiba-tiba Kabar Duka Datang dari Denny Siregar

Bruniq.com - Pegiat media sosial tentu tak asing lagi dengan nama satu ini, Denny Siregar.
Tulisannya di www.dennysiregar.com setiap hari selalu diupdate.
Belakangan Denny Siregar menjadi salah satu penulis buku. Kumpulan tulisan di blog pribadi dikumpulkan dan menjadi sebuah buku.
Denny Siregar termasuk salah satu pegiat media sosial yang secara terbuka menyatakan dukungan politiknya kepada Joko Widodo di Pilpres 2014 maupun Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta. 
Denny juga tak segan memproklamirkan diri sebagai anti kelompok radikal. Termasuk secara terbuka menyuarakan kritikan kepada Front Pembela Islam (FPI) maupun organisasi sejenis. 
Denny juga Termasuk salah satu pegiat media sosial yang tidak pernah setuju dengan aksi 212  dan gerakan susulannya.
Denny juga menegaskan sikapnya soal NKRI tak bisa ditawar-tawar lagi. Kendati pun penawarnya datang membawa konsep 'khilafah'.
Kendati tidak berafiliasi ke dua ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, Denny Siregar selalu menyuarakan ke pemerintah untuk menjaga dua ormas besar ini sebagai pilar NKRI.
Dukungan kepada Ansor, badan otonom NU juga selalu menjadi topiknya. Sowan ke ulama-ulama NU dan Muhammadiyah menjadi salah satu rutinitinasnya.
Oleh hater (pembenci), nama yang disematkan adalah Si Desi (Denny Siregar). Sebelum Jonru di penjara, Denny ada di sisi kiri, Jonru di sisi kanan ataupun sebaliknya.
Tulisan terbarunya juga dibagi ke media sosial berbagai platform, mulai Facebook hingga Twitter.
Isu terkini juga tak luput dari pemantauannya. 
Mengomentari wacana kepulangan Panglima FPI Habib Rizieq Shihab:


Mengomentari ekspresi Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat nonton Final Piala Presiden Sabtu (17/2/2018) malam:


Juga berkomentar soal penangkapan Dhawiya Zaida, anak Elvi Sukaesih yang diciduk polisi karena tertangkap menggunakan narkoba:


Juga membahas soal poligami:


Dan yang paling mengejutkan, saat mengomentari isu kekinian, ternyata Denny Siregar sedang dirawat di rumah sakit karena sakit yang teramat parah.
Ada penyakit yang sedang menggerogoti tubuhnya dan harus dioperasi.
Ini tulisan lengkapnya yang diunggah Kamis (15/2/2018) lalu: 
CERITA HOROR YANG MENAKUTKAN...
Saya mau cerita ini untuk berbagi pengalaman aja..
Kira2 pertengahan tahun 2017 lalu, saya dipanggil seorang teman untuk check up di RS nya. "Mampir sini, gua check. Kayaknya elu kurang sehat.."
Ah, sebenarnya paling malas ke dokter karena pasti bilang, "kamu harus berhenti merokok bla bla..". Tapi entah kenapa kakiku melangkah juga menghampiri dia. Dan di check up lah aku pake lari2 di treadmill dan MRI segala macam.
"Oke, fixed. Kamu kena jantung koroner.." Katanya.
Jedarrr ! Seperti petir menyambar di ketek dan bulunya langsung hangus terbakar mendengar kabar itu. Jantung koroner adalah penyempitan di pembuluh darah menuju jantung, sering dinamakan Silent Killer atau pembunuh nomer satu di dunia.
Almarhum Adjie Massaid, pelawak Basuki, Benyamin S dikabarkan mengalami hal yang sama tapi mereka tidak sadar. Pas mereka melakukan kegiatan olahraga yang berat seperti futsal, mereka langsung lewat.
"Harus operasi.." Kata temanku. Ah gak mau, kataku. Aku tidak ingin ketergantungan obat dan kucari alternatif saja utk penyembuhan.
Akhirnya beberapa bulan kucoba pegobatan alternatif.
Entah bagaimana caranya, beberapa teman mendengar kalau aku terkena jantung koroner. Kabar itu menyebar dari mulut ke mulut. Bahkan para dokter juga mendengar.
Akhirnya aku dipaksa untuk check up tapi tetap bersikeras tidak mau. Kukirim saja hasil check up temanku dulu ke mereka, dan keputusannya harus operasi.
Yang membuat aku berubah pikiran adalah almarhum Sys Ns yang meninggal mendadak. "Ah, bagaimana kalau aku nanti seperti beliau ?" Perang batinku.
"Bagaimana nanti aku harus menghadap Tuhan dengan pertanyaan kenapa kamu menyia2kan hidupmu sedangkan banyak orang yang berusaha membantumu '?"
Akhirnya aku menyerah. Aku bilang, "Saya siap operasi..".
Jujur, seumur hidup saya belum pernah nginap di RS. Alhamdulillah, sakit selama ini gak pernah berat, cukup minum decolgen aja trus tidur besoknya sudah sembuh. Kecuali bisulan di pantat yang sempat gak bisa duduk 2 hari waktu SD. Memalukan, seganteng ini bisulan, pantas dulu SD gada yang naksir. Eh, SMP ma SMA juga ding..
Hari H pun tiba..
Entah bagaimana, teman2 berjibaku mengurus semua dokumen di RS untuk operasiku. Aku tahu operasi pasang ring itu biayanya ratusan juta. Tapi ternyata banyak Malaikat di sekitarku.
Seorang dokter terhormat menyediakan tempat untukku di RS. Seorang Profesor ahli jantung terkenal di banyak negara menyediakan diri untuk mengoperasiku tanpa mau dibayar sesenpun. "Supaya bang Denny bisa ngopi lagi.." katanya.
Dan beberapa teman yang terus mendesak dan mengantarku sampai RS menguatkan diriku yang stres beberapa hari memasuki dunia baru. Aku lebih sungkan menolak kebaikan mereka ternyata daripada memikirkan kesehatan diriku.
Dan apa yang terjadi ? "Kamu sudah parah ternyata. Kalau tidak operasi sekarang, satu waktu dapat serangan dan kamu hanya punya waktu 90 menit utk dapat pertolongan. Bayangkan, kamu tidak punya waktu 90 menit utk dibawa ke RS.."
Aku harus dipasang 3 ring sekaligus karena ada penyempitan di pembuluhku. Dahsyat gumasyat..
Akhirnya di operasilah aku dengan tanpa di bius total. "Tuhan.." doaku. "Terimakasih engkau menyediakan Malaikat2 yang tidak bertanya agamaku apa saat menolongku.." Dan aku melihat bagaimana proses mereka memasukkan sesuatu yang kecil melewati pembuluh darahku.
Mau pingsan, tapi kok malu. Entar dibilang, "Gagah doang di medsos, tapi tampil di ILC keok.." Eh, bukan gitu ding.. Mereka bukan kampret.
Selesai sudah beberapa jam yang menyiksa. Dan aku harus menghadapi para perawat yang sibuk ingin berfoto bersama sambil membetulkan baju operasiku yang di dalamnya tanpa selembar benangpun sehingga ada yang gondal gandul mengikuti gerak tubuh. Besar dan gagah - tolong para lelaki jangan ada yang syirik ya..
Dan seperti biasa nasehat bertebaran, "Mulai sekarang berhenti merokok dan bla bla bla..". "Iya, dok.." Jawabanku standar dan otomatis seperti jawaban sekian tahun lalu.
Akhirnya selesai sudah dengan pesan nama RS jangan disebut karena takut di boikot 7 juta umat yang keranjingan 72 bik narti. Okelah, saya pun bisa tenang tanpa ada kunjungan siapapun kecuali beberapa orang yang entah darimana mereka tahu aku disitu.
Tiba2 ada pesan masuk, "Pak Denny semua sudah di cover pembayaran kecuali selisih sekian juta tapi sudah ditangani oleh seseorang yang tidak mau disebut namanya.."
Disitulah emosiku runtuh seketika. Aku sejak dulu percaya, bahwa sesuatu yang baik yang kita lakukan, pasti akan mengundang orang2 baik datang. Seperti Karma dan aku mengalami sendiri keajaiban itu. Nama2 mereka tidak perlu diketahui, tapi pasti harum di langit karena ketulusan mereka melakukan sesuatu.
Kado Valentine yang terindah..
Dan malam ini aku kembali merenungi perjalanan hidupku sampai pada tahapan ini. Sendirian..
Teringat nasihat almarhum ayah ketika ia masih ada, "Nak, jangan pernah berhitung untuk apapun yang kau berikan kepada orang lain. Karena balasannya nanti tidak akan mampu kamu hitung dengan jari tanganmu..."
Sebuah nasehat yang masih menjadi patokan ketika berjalan di rimba kehidupan yang kadang banyak petunjuk menyesatkan ini..
Ah, aku rindu secangkir kopi dan sebatang rokok. Tapi aku harus berjuang untuk bisa mengurangi itu. Setidaknya, rokok teman akan kukurangi kalau nanti ketemu..
Seruputtt.. Selamat malam...
"Loh, bang.. mana horornya ??"
"Lah, gak boleh merokok lagi itu hororrrr tauk !!"
#gigitwajan.
www.dennysiregar.com


Fanpage Facebooknya @dennyzsiregar kini disukai lebih 500 ribu orang. Tulisan dan postingannya selalu viral dan tentu saja menuai pro dan kontra. Cepat sembuh Bang Denny.



Next article Next Post
Previous article Previous Post