Rabu, 13 Desember 2017

TELAK!! 5 Tanda Anies-Sandi Tunjukkan Cara Komunikasi Publik Super Buruk


Bruniq.com GAMBIR -- Hanya kurang 2 hari lagi Anies-Sandisudah memimpin Jakarta selama 2 bulan.
Beberapa kemunduran terjadi dan cara komunikasi super burukditunjukkan Anies-Sandi.
Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, memberikan beberapa tanda komunikasi publik super buruk yang ditunjukkan Anies-Sandi.
Inilah 5 tanda itu buruknya komunikasi Anies-Sandi ke publik menurut Trubus :
1. Cemburu Sama Ahok
Trubus mengatakan, beberapa waktu lalu Wagub DKI, Sandiaga Uno sempat 'Baper' saat banjir Jakarta, Senin (11/12/2017).
Sandi menunjukkan kegusarannya lantaran komentar warganet yang membanding-bandingkan era Anies-Sandi dengan era Ahok.
"Ini cara komunikasi publik yang buruk sekali menurut saya. Masak pemimpin Baper lalu marah dibanding-bandingkan," kata Trubus ketika dihubungi Wartakotalive.com, Selasa (12/12/2017).
2. Kerap Cari Kambing Hitam
Lebih lanjut, Trubus menilai Anies-Sandi kerap mencari kambing hitam dalam setiap masalah.
Serta kerap mencari kesalahan dari pemimpin sebelumnya di Jakarta.
Misalnya dalam masalah banjir beberapa hari lalu, Anies-Sandiburu-buru menyalahkan pembangunan MRT dan LRT.
Dalam penataan Tanah Abang, Anies-Sandi juga mendadak menyalahkan pejalan kaki sebagai biang keladi kesemerawutan Tanahabang.
Terkait mencari kesalahan pemimpin lama, Anies-Sandi juga berkali-kali mencoba mengorek kesalahan Ahok walau tak berhasil.
Seperti misalnya mempertanyakan sistem penggajian tim khusus Ahok.
Hal ini nyaris tak pernah dilakukan Ahok semasa menjabat.
Sama sekali Ahok tak pernah mencari-cari kesalahan lama Fauzi Bowo.




3. Sering Jawab Tak Nyambung
Trubus juga menilai Anies-Sandi kerap tak nyambung menjawab pertanyaan-pertanyaan di media.
Terakhir Sandiaga Uno yang mempertontonkan hal itu dan memperlihatkan kekacauan pikirannya.
"Kemarin wartawan tanya solusi atasi banjir Jakarta, eh Pak Sandi malah jawab aplikasi banjir. Itu nggak nyambung. Buruk sekali itu kalau pemimpin ditanya nggak nyambung," kata Trubus.
4. Tak mampu menjelaskan Konsep programnya sendiri
Trubus juga menilai terkadang Anies-Sandi tak paham konsep yang mereka buat sendiri.
Hal ini menjadi buruk ketika dikomunikasikan ke publik lewat media.
Sebab Anies-Sandi tak bisa menerangkan konsepnya sendiri dan membuat semua orang menjadi bingung.
"Lihat saja konsep dp nol persen, rumah lapis, lalu Ok O Trip. Itu kan penjelasan ke publiknya nggak jelas semua," kata Trubus.
Bahkan, kata Trubus, anggota dewan saja sampai kebingungan dengan konsep-konsep itu.
Seperti misalnya konsep Ok O Trip yang belum jelas bagaimana sistem bayarnya, seperti apa keuntungan yang didapat DKI Jakarta, dan sebagainya.
"Sebuah kebijakan publik itu akan baik apabila konsepnya jelas. Dijelaskan gamblang ke publik sehingga dapat feed back. Baru eksekusinya juga akan baik. Nah kalau ini, konsepnya saja sudah mbingungi, gimana nanti eksekusinya," kata Trubus.




5. Membatasi berkomunikasi ke publik
Trubus juga menilai Anies-Sandi membatasi diri berkomunikasi dan mendapat feed back dari publik.
Salah satu yang paling jelas adalah dengan tak lagi mengunggak video Rapim ke Youtube.
Kemudian Anies-Sandi juga enggan dikritik lewat 'meme' oleh masyarakat.
"Padahal kan 'meme' hanya ekses kecil dari demokrasi. Gitu saja kok khawatirnya berlebihan," ujar Trubus.


Next article Next Post
Previous article Previous Post