Sabtu, 09 Desember 2017

Seknas Jokowi Optimis Pasangan Jokowi-Rizal Ramli di Pilpres 2019. Menurut Anda?

Bruniq.com Jakarta - Salah satu kelompok relawan pendukung Presiden Jokowi, Seknas Jokowi, menyampaikan optimismenya atas wacana pilpres 2019 untuk memasangkan Jokowi dengan Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman.


Sekjen Seknas Jokowi, Osmar Tanjung, menyatakan pihaknya awalnya cukup terkejut ketika mendapat informasi bahwa Sultan Tidore Husain Syah mengusulkan agar Jokowi diduetkan dengan Rizal Ramli.


Baginya, wacana itu sangat menarik karena ‎banyak yang menilai bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini yang stagnan di angka 5 persen dianggap sebuah kegagalan pemerintahan Jokowi-JK. Pasalnya, pemerintahan Jokowi-JK pernah berjanji meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen dalam 5 tahun pemerintahannya.


"Bagi Rizal Ramli memang kegagalan ini karena kebijakan ekonomi neoliberalisme yang diterapkan pejabat bidang perekonomian saat ini," kata Osmar Tanjung, Jumat (8/12).


Seknas Jokowi menilai kebijakan neolib itu memang cenderung semakin memperlemah daya beli rakyat.



Osmar melanjutkan, pihaknya menilai Pemerintahan Jokowi-JK pantas melakukan reshuffle seiring disetujuinya Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI oleh DPR RI.



Kata dia, Hadi Tjahjanto adalah Panglima TNI yang cerdas, sangat bersahaja dan dibesarkan oleh keluarga biasa-biasa layaknya rakyat kebanyakan. M‎enariknya, lanjut dia, Rizal Ramli pun adalah seorang ekonom yang dianggap orang biasa yang berasal dari keluarga sederhana. ‎



Seknas Jokowi juga memantau bahwa usulan Sultan Tidore untuk menggandengkan Jokowi dengan Rizal Ramli pada Pilpres tahun 2019 disambut hangat oleh Suko Sudarso. Nama terakhir adalah seorang senior GMNI, alumni ITB, yang adalah juga sesepuh nasionalis kultural.



Lebih jauh, Osmar mengatakan ditawarkannya Rizal Ramli sebagai Gubernur BI tahun 2018 oleh Presiden Jokowi menunjukan bahwa hubungan dan komunikasi keduanya adalah baik-baik saja. Bahkan dianggap semakin lancar serta harmonis manakala Rizal Ramli keluar dari Kabinet Kerja.



"Pendapat miring yang selama ini terjadi tentang Raizal Ramli ternyata tidak benar," kata Osmar.


Faksi di Kabinet Kerja, lanjut dia, tetap ada karena adanya "perbedaan kepentingan" pada masing-masing menteri. Baik menteri yang berasal dari partai maupun yang profesional yang punya ambisi jadi calon wakil presiden atau dalam rangka kepentingan Pilpres tahun 2019.‎

"Masa pemerintahan Jokowi-JK efektif tinggal 1,5 tahun lagi. Tahun 2018 adalah tahun politik dan setapak lagi tiba di pelupuk mata," kata dia.



Next article Next Post
Previous article Previous Post