Jumat, 08 Desember 2017

Jokowi Dongkol Terhadap Trump

Bruniq.com Jakarta: Presiden Joko Widodo mengaku kesal terhadap sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mengecam pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.


"Dua hari yang lalu saya terkejut dan sampai sekarang ini masih dongkol dan jengkel. Kita ini kan sedang berbicara dalam forum-forum internasional mengantisipasi sikap Korea Utara. Eh, ternyata dikejutkan oleh sikap yang satunya lagi, pemerintah Amerika Serikat," kata Jokowi dalam pembukaan silaturahmi kerja nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 8 Desember 2017.


Jokowi menyebut tindakan 'Negeri Paman Sam' sangat mengejutkan dan menjengkelkan. Dia menilai sikap Trump berbeda dengan yang ditunjukkannya pada Konferensi Tinggi Tinggi ASEAN ke-31 di Manila, Filipina, November lalu.



"Waktu ketemu terakhir di ASEAN ngomongnya enak banget, senyum-senyum. Bahkan saat makan malam, kebetulan jejer dengan istri saya (Iriana) di sini, Trump di sini, saya di sini (menunjuk tempat duduk). Ngajak ngomong istri saya terus. Terus, sepanjang makan malam ajak ngomong bu Jokowi. Saya juga saya lihatin terus," cerita Jokowi yang disambut tawa oleh hadirin.



Jokowi menilai penyataan Trump soal Yerusalem dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia. Pernyataan Trump juga dikhawatirkan banyak kepala negara di dunia.


Kondisi ini, bagi Jokowi, adalah kondisi menjengkelkan dan menyakitkan. Namun, hal ini merupakan fakta yang harus dihadapi.


Jokowi mengaku sudah menghubungi kepala negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas sikap AS. Kemarin malam, dia sudah menelepon Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani untuk memastikan kehadiran di sidang OKI di Istanbul, Turki.


Jokowi mengungkapkan para kepala negara OKI menyatakan siap hadir di Turki. 


"Untuk menunjukkan semuanya betapa kita, dukungan kita, rakyat kita, kepada Palestina tidak berubah," tandas dia.


Tadi siang, Jokowi juga sudah berupaya menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Namun, komunikasi belum berhasil. "Mungkin nanti malam saya coba lagi," pungkas dia.


Sebelumnya, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berencana memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke sana. Proses itu segera dimulai.



"Hari ini akhirnya kami menyadari hal yang nyata. Bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan kenyataan dan tepat dilakukan," kata Trump di Gedung Putih.


Keputusan Trump berbanding terbalik dengan kebijakan luar negeri AS. 'Negeri Paman Sam' sempat menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel sebelum konflik Israel-Palestina dapat diselesaikan.


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengapresiasi penuh keputusan Trump. Dia bahkan mengajak negara-negara lain untuk mengikuti jejak AS.


Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam keras pengakuan dari Trump. Menurut Abbas, langkah itu melanggar seluruh aturan internasional.


Abbas menegaskan Yerusalem adalah ibu kota abadi dari Palestina. Rakyat Palestina, kata dia, tetap berjuang untuk mempertahankan Yerusalem serta kemerdekaan Palestina
.



Next article Next Post
Previous article Previous Post