Rabu, 13 Desember 2017

Hmm!! Bikin Netizen Ngakak! 3 Pernyataan 'Unik' Sandiaga vs 3 Statement 'Aneh' AHY

Bruniq.com - Sekitar 2 bulan lamanya Sandiaga Uno menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.
Selama menjabat bisa dibilang Sandiaga Uno banyak disorot oleh pengguna medsos.
Hal itu terjadi karena ia kerap menggunakan kalimat yang bisa dibilang amburadul dan tidak jelas.
Terlebih lagi, kebijakannya ini kerap menuai kontroversi karena beberapa di antaranya dianggap kurang logis.

Statement campur aduk yang tidak jelas ini pun mengingatkan netizen terkait sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di masa kampanye lalu.

Sosok yang saling bertempur di Pilkada DKI lalu ini ternyata memiliki kesamaan dalam mengucapkan kalimat yang kontroversial!
Tak percaya?
Melansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah 3 pernyataan 'unik' Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dibandingkan dengan 3 statement aneh oleh AHY di kampanye lalu.

1. Kebijakan Sandiaga Uno Tutup Jalan Tanah Abang untuk Tampung PKL
Tahu masalah PKL di Tanah Abang yang mengokupasi trotoar hingga merembet ke jalan?
Biang macet ini kembali melanda kawasan Tanah Abang di era pemerintahan Anies-Sandi.

Sempat ditertibkan di era Ahok, kini para PKL kembali merangsek di ruas jalan Tanah Abang hingga di masa Jabatan Anies-Sandi sekarang.
Jadi problema, Solusi baru yang diberikan Sandiaga terkait masalah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan hingga ke ruas jalan malah menuai kritik dari warganet
Apa solusi Sandiaga untuk masalah ini?

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (8/12/2017)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (8/12/2017) 

Bukan ditertibkan, para PKL tersebut akan ditampung di kawasan Tanah Abang tersebut.

Melansir dari Kompas.com, Minggu (10/12/2017), Sandiaga mengatakan akan ada penutupan jalan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk menampung 400 pedagang kaki lima (PKL) berjualan.
"Itu nanti bagian daripada apa, satu memuliakan pejalan kaki, memberikan tempat kepada PKL. (Sebanyak) 400 yang sudah didata agar mereka tetap bisa mencari nafkah dan mereka itu diperlukan juga untuk commutering," kata Sandiaga. 
Namun, lagi-lagi Sandiaga tidak menjelaskan detil tentang itu. Jalan mana yang akan ditutup, waktu penutupannya, belum diketahui.

2. Statement Sandiaga Uno soal Banjir Jakarta
Soal banjir, Sandiaga juga kerap memberikan statement yang dianggap kurang jelas.
Saat DKI Jakarta terkena banjir, Sandiaga Uno mengatakan bahwa banjir terjadi yang intinya karena anomali cuaca.

Namun, begini kalimatnya saat Sandi berbicara:
"Ini kejadian yang sangat eu... anomali cuaca ini yang saya selalu sampaikan bahwa sistem iklim cuaca ini sudah sangat dan itu saya sudah baca di bukunya 'Climate of Hope' bahwa climate change ini akan jadi sebuah fenomena yang akan mewarnai kita tahun-tahun ke depan," kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12/2017).
Nah terkait solusi masalah banjir ini,   Sandiaga Uno kembali membuat statement yang buat netizen bingung.
Melansir dari Kompas.com, Menurut Sandi, penanganan yang tepat saat terjadinya banjir seharusnya dialirkan ke bawah tanah.
Sebab, tanah sudah memiliki akuifer alami, yakni lapisan tanah atau kulit bumi yang dapat menahan air.

"Kemarin itu kalau kita lihat, jumlah air yang segitu banyak bisa disimpan di bawah tanah. Kita punya aquifer, aqueduct, tempat penyimpanan di bawah tanah itu yang diciptakan Allah SWT itu hujan itu malah jadi berkah," katanya.

Cara yang dilakukan untuk mengalirkan air ke bawah tanah adalah dengan membuat sumur-sumur resapan.
Untuk mengantisipasi banjir akibat tingginya intensitas curah hujan, ke depan Sandi menyebut Pemprov DKI akan membangun banyak sumur resapan tersebut. 
"Memang harus diubah pola berpikirnya, gimana bukan hanya menyalurkan air, melainkan mengembalikan ke tanah dengan sumur-sumur resapan. Itu bagian dari impian kami nanti 50 tahun ke depan," ucap Sandi.

3. Sandiaga Takut Jadi Meme Karena Transparansi Video Rapim di YouTube
Rencana Sandiaga yang meminta Pemprov DKI untuk tidak mengunggah video rapim di Youtube lagi di era Anies-Sandi mengundang kontroversi
Kebijakan kontroversial ini pun dijelaskan oleh sosok Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Ia menjelaskan alasan video rapat-rapat pimpinan tidak diunggah ke akun YouTube Pemprov DKI Jakarta lagi.

Melansir dari kompas.com, Bagi Sandiaga, maksud dan pesan apa yang mau disampaikan kepada masyarakat dengan video itu perlu dipertanyakan.
"Kami lihat dari segi efektivitas, rapim kalau mau diangkat message-nya apa yang mau kita angkat?" ujar Sandiaga di Kantor Kebayoran Baru, Sabtu (9/12/2017).
Kata Sandi, dia tidak ingin menggunakan chanel yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta untuk memecah belah.

Selain itu, Sandiaga juga berujar bahwa dirinya dan Anies tak mau video-video tersebut dijadikan meme oleh para netizen.


"Kalau digunakan untuk dijadikan meme, videonya diedit-edit, baik oleh yang mendukung kami atau yang belum mendukung, akhirnya jadi perpecahan," katanya ditemui di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).
Nah, sama halnya dengan Sandiaga Uno, AHY juga kerap mengeluarkan statement aneh!
Berikut 3 di antaranya:

1.Bahasa Inggris Campur Aduk saat Debat Pilkada DKI Dibandingkan dengan Vicky Prasetyo

Debat kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu mengundang banyak atensi terkait statement aneh dari AHY.
Sepanjang debat berlangsungAgus Yudhoyono (AHY) kerap kali memaparkan penjelasan menggunakan bahasa Inggris campur Indonesia.
Melihat ini nampaknya netizen teringat akan mantan tunangan dari pedangdut Zaskia Gotik, Vicky Prasetyo.
"Defferensasi ? Hah ? Kok bahasanya paslon 1 jadi kek vicky prasetyo sih . Yakaaaalii #DebatPilgubDKI," tulis pemilik akun Twitter @golagalihgelo


2. Pernyataan  AHY soal "Rumah Apung"

Desember tahun lalu, muncul video viral di media sosial terkait pernyataan dari anak SBY ini.
Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat itu tengah diwawancarai oleh media massa.
Ia ditanya perihal penyelesaian banjir di Jakarta.
Ia menjawab dengan sedikit terbata-bata dan memberikan solusi akhir berupa "rumah apung".
Netizen yang melihat pernyataan tersebut nampaknya jadi sedikit gagal paham.
Kebingungan netizen ini dituangkan dalam sebuah kreatifitas video meme seperti yang diunggah pada sebuah akun Facebook bernama Sri Untung Muafidin berikut.

Dalam postingannya ia mengunggah video editan dari wawancara AHY tersebut.


3. Pernyataan rumah geser di debat Calon Gubernur
AHY lagi-lagi menjadi bahan perbincangan netizen dalam debat pilkada ke-2 pada tanggal 27 Januari 2017.

Debat jilid dua yang dimoderatori oleh dua orang kali ini berlangsung cukup panas.
Netizen menyoroti banyak hal dan salah satunya adalah pernyataan AHY yang dianggap kembali terlihat unik.

Terkait masalah perumahan di bantaran kali, Agus Yudhoyono tak lagi memberikan solusi terkait rumah apung.
Kali ini ia mengusung ide membangun tanpa menggusur, melainkan hanya menggeser sedikit rumah-rumah yang ada. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post