Rabu, 13 Juni 2018

Mantan Juru Kampanye Prabowo Naik Pitam Lihat Kelakuan Fadli Zon Hingga Nyatakan Perang dan Akan Habisi Gerindra



Bruniq.com - Mantan calon anggota DPR RI Pemilihan Umum 2014 dari Partai Gerakan Indonesia Raya, Mohammad Nuruzzaman, menyatakan perang dan akan menggembosi partai politik yang pernah dibelanya itu.

Pernyataan ini dilontarkan Mohammad Nuruzzaman melalui akun Twitter pribadinya, Mohammad Nuruzzaman mengeluarkan pernyataan ini sebagai bentuk kemarahan atas kicauan Fadli Zon, yang dinilainya telah menghina Katib Aam Suriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Nuruzzaman, yang juga tercatat pernah menjadi juru kampanye nasional Partai Gerindra 2014, marah karena Fadli Zon, menuliskan kalimat yang dinilai telah merendahkan Yahya Cholil dalam kunjungan pribadinya.

"Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina," kicau Fadli di akun Twitternya seperti dikutip VIVA, Rabu, 13 Juni 2018.

Ancaman perang dan menggembosi Partai Gerindra, dilayangkan Nuruzzaman langsung di kolom komentar kicauan Fadli Zon.

Nuruzzaman menyatakan, kicauan Fadli benar-benar membuatnya marah. Padahal menurut Nuruzzaman, selama ini dia memilih diam dan tak mau berkomentar tentang Gerindra dan Prabowo.

"Selama ini sy diam dan tidak pernah berkomentar apapun soal @Gerindra @prabowo dan @fadlizon karena saya pernah nyalon dpr ri lewat gerindra tahun 2014. Tp hari ini saya akan siap bertarung menggembosi @Gerindra krn kelakuan @fadlizon cc @GPAnsor_Satu @mantriss @GunRomli @qitmr," tulis Nuruzzaman.



Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina.
Selama ini sy diam dan tidak pernah berkomentar apapun soal @Gerindra @prabowo dan @fadlizon karena saya pernah nyalon dpr ri lewat gerindra tahun 2014. Tp hari ini saya akan siap bertarung menggembosi @Gerindra krn kelakuan @fadlizon cc @GPAnsor_Satu @mantriss @GunRomli @qitmr


Pernyataan perang itu dibuktikan juga oleh Nuruzzaman dengan menyiarkan pernyataan untuk tidak memilih Partai Gerindra dan kader-kadernya di Pilkada, Pemilu dan Pemilihan Presiden.

"Serukan dan kampanyekan keseluruh kader Ansor Banser dan Kader NU utk tdk memilih gerindra dan siapapun yg dicalonkan gerindra," tulisnya.

Untuk diketahui, saat ini Nuruzzaman menjabat sebagai Komandan Detasemen Khusus 99. Sejauh ini, Nahdlatul Ulama menyampaikan klarifikasi tentang pro-kontra atas kehadiran salah satu petingginya, Yahya Cholil Staquf, dalam sebuah forum lokakarya berskala internasional di Israel.

NU menyatakan, kehadiran Yahya adalah atas inisiatif pribadi meski dia juga menjabat Katib Aam (Sekretaris Jenderal) Suriyah organisasi itu. Maka kehadiran Yahya tak ada sangkut-pautnya juga dengan NU.

“Menyikapi kehadiran KH Yahya Cholil Staquf ke seminar yang diadakan oleh Yahudi Amerika di Yerusalem, atau di Israel, kami NU menyatakan bahwa kehadiran KH Staquf atas nama pribadi, sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama," kata Ketua Umum NU, Said Aqil Siroj, melalui siaran pers yang diterima VIVA pada Selasa, 12 Juli 2018.



Next article Next Post
Previous article Previous Post