Rabu, 02 Mei 2018

Mahfud MD Ngaku Terpukau Dengan Said Didu Saat Bicara Buruh Lokal dan TKA



Bruniq.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengaku terpukau, dengan pernyataan Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu soal tenaga kerja asing (TKA). Pantauan TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Selasa (1/5/2018).

Menurut Mahfud MD, isi yang disampaikan oleh Said Didu dalam acara Indonesian Lawyers Club tvOne, Selasa (1/5/2018) bagus dan ekspresif.
@mohmahfudmd: Sy terpukau pd Pak @saididu saat bcr Buruh Lokal vs TKA di ILC tgl 1 Mei 2018.

Isinya bagus dan ekspresif. Biasanya kalau bicara City dia bayes dan terlalu Pepian. Tp saat bicara ttg tenaga kerja kali ini bagus. Mungkin dia sempat berkonsultasi kpd Mou (MU) sblm berangkat ke ILC.

Dalam acara ILC, Said Didu mulai mengangkat isu TKA sejak 2 tahun lalu, pada saat era Sudirman Said. Said Didu mengaku sebagai akibatnya, ia mendapatkan beragam bullyan dari berbagai pihak.

Saat itu, ia membantu Sudirman Said dan menemukan TKA yang paling banyak adalah pada sektor pertambangan dan pembangunan pembakit listrik. Ia pun berbicara dengan Sudirman Said jika menurutnya ia harus membantu Kementerian Tenagakerjaan terkait hal ini.

Setelah menyusun sejumlah MOU dan beberapa kali menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, Said Didu mengungkapkan jika pada minggu berikutnya Sudirman Said Diberhentikan. Mengetahui hal tersebut, Said Didu pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Meski demikian, pekerjaanya terkait hal tersebut terus berlanjut soal hal ini.

"Jadi janganlah terlalu dimusuhi orang yang memusuhi tenaga kerja asing, karena kalau semua orang diam, bisa bahaya," kata Said Didu.

Said Didu kemudian menjelaskan jika tidak sedikit negara hilang karena tenaga kerja asing, misalnya Palestina, Afrika, hingga Australia yang kehilangan Aborigin. Menurutnya, penjajahan masa kini dilakukan melalui tenaga kerja asing dan investasi.

Ia menjelaskan jika dirinya akan melawan meski hanya 1 TKA.

"Jadi jangan bicara jumlah, ini bukan soal jumlah, 1 TKA saja merebut kesempatan kerja lokal, saya akan melawan.

Ini masalah kedaulatan, negara Indonesia merdeka itu salah satu tujuannya adalah memberikan kesempatakan kerja kepada rakyatnya.

Jika kesempatan kerja diserahkan kepada asing, itu naif sekali pemikiran itu," lanjut Said Didu. Said Didu menjelaskan alasan kenapa masalah TKA menjadi keributan nasional.

Pertama, lantaran pemerintah selalu memosisikan diri jika tidak ada, padahal faktanya banyak. Kemudian pemerintah menyebut jika itu bukanlah masalah, padahal tidak demikian.

"Jadi menurut saya, ada sekali-kali pemerintah memihaklah, kami kecelongan, dan sebagainya," ujar Said Didu.

Menurutnya, berbagai kasus yang ada di daerah terjadi karena dianggap kurangnya pengawasan, sedang yang melakukan pengawasan adalah pemerintah itu sendiri. Ketiga, adanya arogansi TKA.

"Jadi pertanyaannya adalah kenapa karpet merah kok untuk mereka," imbuhnya.

Said Didu kemudian menyinggung soal pemerintah yang mengeluarkan data dan jumlah TKA.

Padahal yang dipermasalahkan adalah TKA itu sendiri. Terakhir, yang membuat ketengan adalah Perpres 20/2018 yang disahkan oleh Jokowi.

Menurutnya, perpres ini dikeluarkan tanpa melihat kondisi politik dan kondisi sosial negara.




Next article Next Post
Previous article Previous Post