Kamis, 03 Mei 2018

"Kami Tidak Malu, Itu Anak Kami Pemberian Tuhan..."


Bruniq.com - Siang itu di ruang Neonatologi, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, terdengar suara tangis para bayi yang tengah berada dalam perawatan.

Sebagian tertidur dalam tempat tidur kecil di sebuah ruangan khusus. Di ruang lainnya, tampak sepasang suami istri tengah melihat bayinya yang tengah tertidur lelap dalam sebuah inkubator.

Dua bayi kembar itu berkulit putih bersih. Berbeda dengan bayi lainnya, bayi kembar tersebut mengalami conjoined twin omphalogus, yaitu dempet di kedua tubuh bagian bawah.

Bayi kembar siam pasangan Azis (34) dan Dini Pertiwi (34) ini dirawat di RSHS sejak 13 April 2018.

Dari hasil pemeriksaan sementara, bayi kembar siam tersebut memiliki satu alat kelamin laki-laki dan satu anus.

Kelahiran Bayi

Azis, ayah bayi tersebut, menceritakan proses kelahiran bayi kembar siam itu.

Azis, yang berprofesi sebagai pengirim paket di sebuah perusahaan jasa pengiriman di Kota Bandung, setiap hari bekerja banting tulang. Ia bolak-balik Subang-Bandung setiap hari.

Namun, pagi itu, Azis mengaku kaget sekaligus senang karena istrinya akan melahirkan anak yang dikandungnya.

"Pas sampai kantor, mertua saya SMS katanya istri saya mau melahirkan," kata Azis.

Mendengar kabar tersebut, Azis memacu motornya kembali ke Subang. Ia kemudian membawa istrinya ke rumah bidan yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan Sukarahayu, Karang Anyar, Subang.

"Pas sampai sana (rumah bidan) saya gak curiga apa-apa. Kami masuk ke ruang bidan pukul 10.00 WIB, lalu menunggu kelahiran sekitar pukul 23.00 WIB," tuturnya.

Waktu terus berputar, Azis masih menunggu istrinya bersalin. Matahari mulai tenggelam, langit pun berubah gelap dan malam semakin larut.

Kedua anaknya yang ikut ke bidan saat itu mulai menguap. Ia lalu mengantarkan kedua anaknya ke rumah untuk tidur.

Saat Azis kembali ke rumah bidan tersebut, Azis kaget bukan kepalang. Ia melihat mobil ambulans terparkir di depan rumah bidan.

Ia bergegas masuk dan melihat keluarganya yang tengah bercucuran air mata.

"Pas balik lagi saya kaget kok ada ambulans di sini. Saya masuk pada nangis, saya kaget bukan liat bayi tapi ke istri saya," katanya.

Saat melahirkan, sambung Azis, istrinya belum mengetahui kondisi bayi yang dilahirkannya karena saat itu kondisinya masih lemah.

Azis pun tidak berani memberitahukan kondisi bayi tersebut kepada istrinya. Ia bingung bagaimana menyampaikannya kepada istrinya.

"Pas kelahiran, istri saya enggak tahu, pas lahiran itu tekanan darahnya tinggi, takutnya kalau dikasih tahu syok. Kasihan sudah hamil lama, nyeri, mau bohong pasti ketahuan, mau terus terang istri syok. Takut kaget lihat anaknya seperti itu," tuturnya.

Akhirnya dengan bantuan sang mertua, Dini mengetahui kondisi bayinya.



Next article Next Post
Previous article Previous Post