Jumat, 20 April 2018

Woww!! Dianggap Partai Termiskin, Partai Garuda Bilang Begini...

Bruniq.com Jakarta - Partai Garuda dipersepsikan sebagai partai paling miskin di Pileg 2019 berdasarkan hasil Survei Cyrus. Sekjen Partai Garuda Abdullah Mansyuri mengatakan, semakin dianggap lemah, itu akan semakin baik.



"Bagus, semakin kami dianggap lemah, semakin baik buat kami, itu tidak ada masalah, tapi kita lihat saja kejutan berikutnya dari kami," kata Abdullah saat dihubungi detikcom, Jumat (20/4/2018).

Abdullah mengatakan Partai Garuda tidak memedulikan anggapan orang. Menurutnya, Partai Garuda akan bekerja keras untuk membuktikan diri layak dalam pemilu.

"Biarkan mau dianggap miskin, mau dianggap nggak punya uang, terserah, mungkin orang lihatnya gitu, tapi kita lihat saja faktanya dengan kerja keras, dengan niat yang tulus, dengan cara yang mungkin antimainstream, kami akan coba membuktikan diri," ucapnya.


"Dengan berbagai macam cara untuk memenangkan hati rakyat, pertama, langsung berhadapan dengan kelompok-kelompok terkecil masyarakat di bawah, menyampaikan gagasan, ide, visi-misi, dan konsep perubahan yang ingin kita bangun," sambungnya.
Survei Cyrus Network dilakukan pada 27 Maret hingga 3 April 2018. Survei ini melibatkan 1.239 responden dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Tingkat keyakinan survei sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar 3 persen.

Soal survei logistik partai, hasilnya, Perindo menempati urutan teratas dengan perolehan 21,2 persen sebagai partai yang paling banyak uang. Di urutan terbawah, alias partai yang dipersepsikan paling miskin, ada Partai Garuda dengan perolehan 0,1 persen.

Selain dianggap sebagai partai yang paling miskin, Partai Garuda juga diprediksikan tidak akan masuk DPR karena kurang suara dalam ambang batas parlemen. Abdullah mengatakan hasil survei tersebut tidak berpengaruh terhadap partainya. 

"Sama sekali tidak berpengaruh, kita masih ada waktu beberapa bulan untuk melakukan kerja politik. Memang survei itu menjadi acuan bagi kami melakukan kerja. Tapi itu tidak berpengaruh pada proses sama sekali," tuturnya.

Menurut Abdullah, memperoleh kursi di DPR bukan berdasarkan hasil survei. Salah satu cara merebut suara disebutnya adalah berhadapan langsung dengan masyarakat serta menyampaikan visi dan misi partai.

"Saya rasa keputusan itu bukan ada di survei, itu ada di hati rakyat, kita akan berusaha lebih keras untuk memenangkan hati rakyat," tutur Abdullah.


Survei Cyrus merilis elektabilitas parpol untuk DPR RI. Disebutkan ada sebagian partai yang perolehan suaranya tak terdongkrak dan malah terancam gagal ke parlemen karena tak bisa mencapai ambang batas capres sebesar 4% suara sah nasional Pileg 2019.

Hasil survei Cyrus itu adalah sebagai berikut:

1. PDIP 26,9%
2. Partai Golkar 11,5%
3. Partai Gerindra 11,5%
4. PKB 7,3%
5. Partai Demokrat 5,0%
6. PPP 4,3%
7. Partai Perindo 4,3%
8. PKS 3,5%
9. Partai NasDem 3,3%
10. PAN 1,5%
11. Partai Hanura 1,0%
12. Partai Berkarya 0,8%
13. PSI 0,3%
14. Partai Garuda 0,3%
15. PBB 0,2%
Belum memutuskan 13,6%
Tidak memilih 0,8%
Rahasia/tidak menjawab 3,8% 



Next article Next Post
Previous article Previous Post