Sabtu, 14 April 2018

Wah... Terbongkar Nih Kebusukan Kubu Sebelah, Ketum PPP Rommy Blak-blakan Soal Isu Komunis Jokowi dan Obor Rakyat, Ternyata ...



Bruniq.com - Ketua Umum PPP, Romahurmuziy blak-blakan soal awal mula isu komunis yang disematkan kepada Presiden Joko Widodo. Isu tersebut dimulai ketika tabloid Obor Rakyat terbit.

Hal itu diungkapkan Rommy ketika memberikan sambutan di Munas Alim Ulama PPP di Hotel Patrajasa Semarang. Rommy menceritakan isu dimulai ketika pada masa kampanye Pilpres 2014 dirinya masih menjabat Ketua Divisi Strategi Kampanye Prabowo-Hatta karena PPP masih masuk dalam Koalisi Merah Putih.
Ketika itu banyak masukan mulai dari yang produktif hingga provokatif. Beberapa hal yang provokatif yaitu Jokowi keturunan Tionghoa dan aktivis PKI. Isu itu ternyata sudah dibuat dalam bentuk cetak bernama Obor Rakyat.

"Di antara pemikiran provokatif itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang Tionghoa bernama Oey Hong Liong dan dia adalah aktivis PKI. Itu dibukukan dalam satu tabloid bernama Obor Rakyat," kata Rommy, Jumat (13/4/2018).

Bahkan Rommy diminta untuk mengedit tablid tersebut namun langsung ditolak karena setelah membaca kontennya ia merasa kalau itu adalah fitnah.

"Saya mengatakan ini fitnah. Kalau nanti Prabowo tidak menang, kita bakal dapat masalah. Maka saya tidak mau melakukan koreksi," tandasnya.

Meski tanpa koreksi dari Rommy, tabloid itu sudah diproduksi sebanyak 1 juta eksemplar kemudian disebar ke 28 ribu pondok pesantren dan 724 ribu Masjid.

"Saya berada di jantung pertarungan itu dan saya baru cerita kali ini," ujar Rommy.

Usai membuka Munas Alim Ulama PPP, Rommy kembali menjelaskan pengelamannya itu. Ia menambahkan, dirinya sudah memprediksi fitnah Obor Rakyat akan berujung pidana karena isinya jelas hoax dan fitnah.

"Isu komunis dibuat saat terbitnya tabloid Obor Rakyat dan itu semua hoax dan fitnah, sangat terencana dan sistematis," tegasnya.

Pelaku provokasi tersebut, lanjut Rommy, tidak masuk dalam tim pemenangan resmi ataupun relawan. Mereka merupakan pendukung lepas Prabowo-Hatta. Pelaku yang dimaksud adalah Pimred Obor Rakyat, Setiyardi yang divonis bulan penjara.

"Bukan tim pemenangan resmi. Itu diantara fans Prabowo-Hatta menyodorkan konsep itu kepada saya, saya menolak. Bukan bagian tim pemenangan, tapi yang pasti pendukung. Bukan juga relawan, kan ada relawan resmi terdaftar, dia bukan bagian relawan, Pendukung lepas, ya yang sudah dipidana itu," kata Rommy.

Rommy menambahkan, kini PPP berusaha meluruskan hoax yang sudah ditelan oleh masyarakat itu, Klarifikasi terus dilakukan termasuk di hadapan para ulama karena fitnah-fitnah itu merupakan pembunuhan karakter untuk Jokowi.

"Terus berusaha kita luruskan dan klarifikasi. Karena itu betul karakter assassinantion kepada pak Jokowi," tegas Rommy.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post