Senin, 23 April 2018

Soal Kasus BLBI, Rachmawati Minta KPK Periksa Megawati, Ini Alasannya



Bruniq.com - Wakil Ketua Umum Bidang Ideologi Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Rachmawati Soekarnoputri kembali angkat bicara soal kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dia menilai, seharusnya Megawati Soekarnoutri atau sang kakaknya-lah yang mestinya diperiksa terkait kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Menurutnya, saat masih menjabat presiden, Megawati Soekarnoputri sempat menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 18 Tahun 2002 tentang Pemberian Jaminan Kepastian Hukum kepada Debitur yang Telah Menyelesaikan Kewajibannya atau Tindakan Hukum kepada Debitur yang Tidak Menyelesaikan Kewajibannya Berdasarkan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS). Berdasarkan Inpres itu, maka menurut Rachmawati, KPK harus memeriksa Megawati.

“Menurut saya bukan Syafruddin Tumenggung yang diperiksa, tapi siapa yang memberi kebijakan Inpres Nomor 18 Tahun 2002. Itu pada waktu Presiden Megawati,” kata Rachmawati dalam sebuah acara di Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Adik kandung Megawati ini juga menyebut, KPK tak masuk akal jika tidak memeriksa Megawati dalam kasus BLBI. Dja menilai kasus BLBI sebagai kasus korupsi yang paling membuat sengsara rakyat sepanjang sejarah Indonesia.

“Saudara tahu itu memang saudara saya, tapi saya tetap sebutkan. Soal keadilan, kebenaran, itu tidak ada pardon,” tegas Rachmawati.

Sebagaimana diketahu, kasus BLBI sudah bergulir sejak era pemerintahan Megawati. Saat ini, KPK baru menetapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Temenggung sebagai tersangka korupsi penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul Nursalim, sebagaimana dilansir tribun video dan detiknews.



Next article Next Post
Previous article Previous Post